Penelitian: Berita Hoax Bisa Membuat Masyarakat Menolak Vaksin COVID-19

·Bacaan 1 menit
Kandidat vaksin Sinovac Biotech LTD untuk virus corona Covid-19 terlihat dipajang dalam Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) di Beijing pada 6 September 2020. Untuk pertama kalinya, China akhirnya resmi memamerkan produk dalam negeri vaksin COVID-19. (NOEL CELIS/AFP)
Kandidat vaksin Sinovac Biotech LTD untuk virus corona Covid-19 terlihat dipajang dalam Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) di Beijing pada 6 September 2020. Untuk pertama kalinya, China akhirnya resmi memamerkan produk dalam negeri vaksin COVID-19. (NOEL CELIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Penelitian seputar vaksin COVID-19 menunjukkan fakta mengejutkan. Sejumlah informasi palsu (hoax) berpeluang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menolak penggunaan vaksin COVID-19.

Penelitian itu dilakukan London School of Hygiene & Tropical Medicine terhadap 8 ribu responden yang berasal dari Amerika Serikat dan Inggris. Hasilnya cukup mencengangkan yakni 55 persen masyarakat percaya vaksin COVID-19 sengaja diciptakan untuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Padahal sebelumnya angka penerimaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 cukup tinggi yakni 54 persen di Inggris dan 41,2 persen di Amerika. Namun, setelah menerima informasi palsu mengenai vaksin COVID-19, jumlah tersebut menurun 6,4 persen di Inggris dan 2,4 persen di Amerika.

"Vaksin akan berguna jika ada orang yang memakaikan. Kesalahan informasi berperan dalam kecemasan dan ketidakpastian yang ada seputar vaksin baru COVID-19 dan platform baru yang digunakan untuk mengembangkannya," kata pemimpin penelitian, Profesor Heidi Larson, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/11/2020).

"Ini mengancam tingkat penerimaan vaksin COVID-19 di masyarakat," tegas Heidi Larson yang juga merupakan Direktur Vaccine Confidence Project.

Berdasarkan jenis kelamin, wanita cenderung lebih menolak menggunakan vaksin COVID-19 ketimbang pria. Selain itu, orang dari kalangan tanpa gelar akademik, berada dalam kelompok penghasilan rendah, dan non kulit putih juga enggan menggunakan vaksin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini