Penelitian Inggris: Subvarian Omicron Empat Kali Lebih Kebal Vaksin Covid

Merdeka.com - Merdeka.com - Virus corona Omicron subvarian BA.5 lebih menular dan kebal terhadap vaksin daripada varian sebelumnya. Demikian hasil penelitian di Inggris yang dipublikasikan dua pekan lalu di jurnal ilmiah Nature.

Penelitian ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan para pakar virus. Menurut penelitian tersebut, vaksin Covid yang berbasis mRNA (messenger RNA/ribonukleat acid)seperti Moderna dan Pfizer empat kali kurang efektif atau ampuh terhadap mutasi BA.5 daripada varian Omicron sebelumnya.

Kepala penelitian vaksin di Mayo Clinic Amerika Serikat (AS), Dr Gregory Poland melabeli BA.5 sebagai "hypercontagious" atau sangat menular, dikutip dari Times of Israel, Senin (18/7).

Poland mengatakan vaksin memberi sedikit perlindungan terhadap BA.5 khususnya dari penularan dan gejala ringan sampai sedang. Tapi memberikan perlindungan yang baik terhadap sakit parah dan rawat inap.

Subvarian BA.5 berkontribusi dalam gelombang infeksi baru di Israel. Data terbaru Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan, 4.333 orang dites positif Covid pada Sabtu. Saat ini ada 430 pasien Covid yang sakit parah. Covid-19 telah menyebabkan 11.101 orang meninggal di Israel sejak awal pandemi.

Di samping subvarian BA.5, pakar kesehatan mengamati mutasi BA.2.75 yang disebut Centaurus oleh para ilmuwan. Centaurus telah muncul di beberapa negara.

Dalam dua pekan terakhir, kasus Covid yang dilaporkan ke WHO naik 30 persen yang disebabkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Menurut WHO, peningkatan kasus terbesar terjadi di Pasifik Barat dan Timur Tengah, di mana kasus naik sampai lebih dari seperempat. Angka kematian naik sampai 78 persen di Timur Tengah dan 23 persen di Asia Tenggara. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel