Penelitian Membuktikan, Begini Cara Terbaik Menyampaikan Kata Putus

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Tidak ada orang yang ingin mendapatkan berita buruk ketika sedang baik-baik saja, termasuk diminta putus ketika masih sayang-sayangnya. Terlepas dari bisa menerima atau tidak, ternyata ada cara terbaik yang bisa kamu dilakukan jika ingin menyampaikan kata 'putus' atau berita buruk kepada seseorang.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Brigham Young University tahun 2017 oleh Profesor linguistik BYU Alan Manning dan Nicole Amare dari University of South Alabama menemukan bahwa jika ingin menyampaikan kabar buruk termasuk putus cinta, sebaiknya dilakukan secara langsung, terus terang dan bahkan dengan sikap yang agak dingin.

Putus cinta sebaiknya disampaikan secara terus terang

Ilustrasi/copyright shutterstock/shisu_ka
Ilustrasi/copyright shutterstock/shisu_ka

Peneliti melibatkan 145 partisipan yang ditentukan menerima berbagai skenario berita buruk, dan dengan setiap skenario, mereka diberi dua kemungkinan penyampaian, kemudian mereka diminta memberi peringkat seberapa jelas, langsung, efisien, jujur, spesifik dan masuk akal kabar itu disampaikan. Mereka juga memberi peringkat karakteristik penyampaian mana yang paling mereka hargai.

Hasilnya, partisipan yang mendapat kabar buruk sebagian besar lebih menghargai kejelasan dan keterusterangan dalam menyampaikan kabar buruk. Studi menunjukkan, meskipun banyak orang mengira bahwa permintaan putus lebih baik dilakukan secara perlahan dan dimulai dengan basa-basi, namun sebenarnya orang yang diajak putus lebih cepat merespon kenyataan ketika orang yang ingin putus bicara blak-blakan.

Orang yang menerima kabar buruk justru merasa lebih terluka ketika seseorang yang menyampaikan kabar buruk bersikap sopan dan mengulur waktu untuk mengatakan maksud yang sebenarnya.

Jadi, jika merasa sudah tak cocok dan ingin mengakhiri hubungan, pastikan menyampaikan kata 'putus' dengan cara yang tegas dan terus terang ya Sahabat Fimela.

#ElevateWoman with Fimela