Penelitian Membuktikan, Berteman dengan Mantan adalah Keputusan yang Salah

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Orang yang memilih memutus kontak dan hubungan apa pun dengan mantannya mungkin dianggap egois dan childish. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata keputusan itu bisa jadi merupkana keputusan paling tepat yang bisa kamu ambil jika ingin mencari kedamaian hati.

Sebuah penelitian tahun 2000 yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa pertemanan dengan mantan cenderung memiliki efek negatif dibandingkan positif di masa depan.

Alasan utamanya adalah akan sangat susah menganggap segalanya baik-baik saja setelah hubungan cinta kandas karena munculnya masalah. Kamu akan tetap terbayang masa lalu, entah baik atau pun buruk dari hubungan yang pernah kamu jalani dengannya.

Berteman dengan Mantan Tanda Psikopat

ilustrasi pasangan mantan/copyright by Shutterstock
ilustrasi pasangan mantan/copyright by Shutterstock

Daripada memaksakan untuk berteman, sebaiknya kedua orang yang pernah menjalin cinta memutuskan untuk tidak saling bertemu. Berteman dengan mantan seringkali juga membuat seseorang susah move on.

Studi lain justru menemukan fakta mengejutkan. Jika kamu memaksakan ingin berteman dengan mantan, ada tanda kamu memiliki sifat psikopat. Studi yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences menemukan bahwa orang yang ingin berteman dengan mantannya bukan berarti ia bersikap dewasa, justru sebaliknya, bisa jadi ia punya kecenderungan psikopat.

Penelitian yang dilakukan di Oakland University menganalisis kepribadian 861 subjek dan menemukan bahwa orang yang ingin tetap berteman dengan mantannya sebenarnya cenderung punya niatan buruk kepada mantannya.

Tentu saja, beberapa orang memutuskan untuk berteman lagi dengan mantannya karena tak ingin ada permusuhan, tapi sepertinya akan sulit untuk bisa berteman lagi setelah segala prahara yang pernah dilalui. Benar begitu, Sahabat Fimela?

#ElevateWomen with FIMELA