Penelitian Membuktikan, Ibu yang Menidurkan Anak Larut Malam punya Kesehatan yang Buruk

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Para ibu yang memiliki bayi atau anak-anak kecil pasti sering mengalami masalah menidurkan anak tepat waktu di malam hari. Bahkan seringkali waktu tidurnya menjadi berantakan sehingga rutinitas harian jadi terganggu.

Pentingnya membiasakan anak tidur tepat waktu terutama di jam-jam yang tidak terlalu malam bukan hanya baik untuk kesehatan anak, tapi juga untuk kesehatan ibu sendiri.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam The Longitudinal Study of Australian Children di situs Growing Up in Australia menemukan bahwa bayi yang tidur sebelum pukul 20:30 (setengah sembilan malam) ternyata lebih sehat dan memiliki ibu yang lebih sehat.

Tidur lebih awal baik untuk kesehatan anak dan ibu

ilustrasi ibu dan anak/Photo by Ketut Subiyanto from Pexels
ilustrasi ibu dan anak/Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Penelitian yang dilakukan terhadap 3600 anak ini menunjukkan hasil yang unik. Setelah dibangi menjadi empat kelompok dengan waktu tidur yang berbeda-beda, hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang tidur lebih awal adalah anak-anak yang paling sehat. Mereka juga menjalani kualitas hidup yang lebih baik.

Menurut penelitian yang juga dipresentasikan pada konferensi Australia Sleep DownUnder ini, ketika bayi tidur lebih awal, ibu juga memiliki waktu lebih banyak untuk istirahat. Efek positfnya adalah kesehatan ibu juga menjadi lebih baik, bahkan merasa lebih bahagia.

Ibu akan merasa lebih segar saat bangun tidur di pagi hari karena mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga tidak mudah marah, stres berkurang dan bisa menjalani rutinitas kehidupan yang lebih baik dan teratur.

Jadi jangan abaikan waktu menidurkan anak di malam hari ya karena ternyata menidurkan anak lebih awal juga berpengaruh kepada kesehatan dan kebahagiaanmu, Moms.

#ElevateWoman with Fimela

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel