Penelitian Terbaru Ungkap Penyebab Sebenarnya Kematian Bruce Lee

Merdeka.com - Merdeka.com - Kematian legenda kungfu Bruce Lee pada Juli 1973 di Hong Kong diwarnai berbagai misteri. Beberapa pihak menyatakan pria berusia 32 tahun itu meninggal karena dibunuh kelompok geng China hingga dia meninggal karena sengatan panas.

Tetapi berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematian Bruce Lee adalah edema serebral atau pembengkakan otak. Pembengkakan itu diyakini terjadi karena reaksi obat penghilang rasa sakit yang sering diminumnya.

Namun berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasi dalam Jurnal Clinical Kidney, para peneliti yakin edema serebral yang dialami Bruce Lee terjadi karena hiponatremia (keadaan kadar natrium dalam darah terlalu rendah).

"Dengan kata lain, kami mengusulkan bahwa ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan air membunuh Bruce Lee," jelas tim peneliti.

Tim peneliti yakin Bruce Lee meminum air berlebihan. Kebiasaan Bruce Lee meminum air berlebih bahkan diceritakan istrinya, Linda. Juga dengan penulis biografi Bruce Lee, Matthew Polly yang kerap menghubungkan kematian Bruce Lee dengan asupan airnya.

"Kami menyarankan fakta ketika asupan air berlebih diperhatikan sebagai aktivitas biasa yang mungkin telah dilupakan mengingat keadaan luar biasa, berarti itu memang terasa lebih tinggi daripada asupan orang lain pada hari kematian Lee," jelas penelitian, dikutip dari The Hindustan Times, Selasa (22/11).

Bruce Lee juga sering menggunakan ganja yang dapat menyebabkan haus. Bahkan di hari kematiannya,

Bruce Lee diketahui menggunakan ganja.

“Sebagai kesimpulan, kami berhipotesis bahwa Bruce Lee meninggal karena suatu bentuk spesifik dari disfungsi ginjal: ketidakmampuan mengeluarkan cukup air untuk mempertahankan homeostasis air, yang terutama merupakan fungsi tubular,” jelas penelitian itu.

Peneliti yakin keadaan itu membuat Bruce Lee mengalami hiponatremia dan edema serebral sehingga dia meninggal. Kebiasaan Bruce Lee meminum air berlebih akhirnya membuat dia menemui ajalnya.

“Ironisnya, Lee membuat terkenal kutipan ‘Be water my friend’ (jadilah air, kawanku), tetapi kelebihan air akhirnya membunuhnya,” kata peneliti.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]