Penembak Dishub Makassar Dibeli Senjata dari Jaringan Teroris

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mengungkap asal senjata api (senpi) jenis revolver yang digunakan untuk mengeksekusi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Najamuddin Sewang. Dari penyelidikan senpi tersebut dibeli secara online di internet.

Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Budhi Haryanto mengaku pihaknya mengungkap barang bukti senpi yang digunakan salah satu pelaku berinisial SL untuk menembak Najamuddin dibeli dari internet. Budhi menjelaskan pihaknya melakukan pendalaman untuk mengungkap penjual senpi jenis revolver tersebut.

"Untuk barang bukti senjata, setelah kita telusuri ini dimiliki oleh tersangka inisial SL. Dari hasil pendalaman kami, si tersangka SL ini mendapatkan senjata ini dengan cara lewat internet atau online," ujarnya saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Senin (18/4).

Budhi menjelaskan SL tidak mengetahui sosok penjual senpi tersebut masuk dalam jaringan teroris. "Awalnya si pemilik senjata (SL) tidak tahu kalau (penjual senpi) teroris. Setelah di dalami ternyata konek dengan jaringan teroris," ungkapnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar Komang Suartana mengaku hasil pengungkapan kasus tersebut ditangkap lima orang tersangka yakni S, MIA, AKM, A, dan SL. Dari pengungkapan tersebut sejumlah barang bukti disita seperti senpi beserta 53 butir peluru kaliber 38 mm dan 32 mm dan tiga selongsong peluru airsoft.

"Selain itu, barang bukti ada uang Rp85 juta di dalam tas hitam, 2 motor, rekaman CCTV, serta satu proyektil yang ditemukan di tubuh korban," bebernya.

Suartana menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor), senpi merupakan pabrikan. Selain itu, peluru yang digunakan juga merupakan pabrikan.

"Dari hasil pemeriksaan senpi di labfor, dapat disimpulkan senpi adalah pabrikan. Begitu juga dengan proyektil yang digunakan adalah dari pabrikan," ucapnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel