Penembak Polisi Dicari Melalui Penangkapan Iwan

TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror terus menelusuri pemilik sepeda motor tunggangan dua penembak polisi, Inspektur Dua Kus Hendratma dan Ajun Inspektur Dua Ahmad Maulana. Pencarian antara lain dilakukan melalui pengembangan informasi yang diperoleh dari Iwan Priadi, pria yang diamankan dari rumahnya di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dua hari lalu.

"Pencarian dua pelaku dan asal sepeda motor yang mereka gunakan dilakukan dengan segala cara, termasuk melalui pengembangan orang yang ditangkap di Tasikmalaya," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai usai acara sosialiasasi ancaman terorisme di Bandung, Selasa 20 Agustus 2013.

Iwan Priadi, ditangkap di rumahnya di Kampung Cijeruk Hilir, Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat oleh Densus 88 karena diduga sebagai pemilik sepeda motor yang dipaki untuk menembang kedua polisi itu. Tapi menurut Iwan, sepeda motor sudah dijual kepada orang berinisial A.

Kedua polisi itu ditembak pada Jumat, 16 Agustus 2013 pukul 21.30 WIB di Jalan Graha Raya Pondok Aren, Tangerang Selatan. Keduanya tewas dengan luka tembak di kepala.

Sepeda motor Yamaha Mio tersebut, kata dia, diketahui dibeli di Banjar, Jawa Barat, dan dicicil oleh orang yang berbeda lagi. "Sepeda motornya pernah sampai ke tangan dia dan kemudian entah kepada siapa lagi. Ini masih dalam pengembangan," kata Ansyaad.

Menurut Ansyaad, Densus 88 juga masih menyelidiki apakah Iwan terkait langsung atau tidak dengan kegiatan terorisme, khususnya penembakan dua polisi dari Kepolisian Sektor Pondok Aren Tangerang, Jumat malam lalu. "Kalau tidak ada kaitan sama sekali masak diamankan," kata dia.

ERICK P. HARDI

Berita Terpopuler:

Bumi Akan Dihujani Debu Kosmik Selama 3 Bulan

Ditanyai Soal Konvensi, Sri Mulyani Senyum-senyum

Pidato SBY Dinilai 'Menjerumuskan' IHSG

Suap Rudi Kiriman Singapura? Simon Tersenyum

Ahok: Jakarta Lebih Cocok untuk Jasa-Perdagangan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.