Penembakan Bidan Dewi Diduga Karena Cemburu

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUNNEWS.COM MEDAN-Nurmala Dewi Tinambunan diduga ditembak oleh orang suruhan yang cemburu dengannya. Sebelumnya Bidan cantik ini telah sering diteror bahkan semenjak ia bertugas di Nias.

"Di Nias tiga kali. Di Medan dua kali. Dua minggu lalu ibunya disayat pisau oleh seseorang sewaktu turun dari becak," kata tetangga korban, Ibu Sitinjak di RSUD Pirngadi, Kamis (7/2/2013).

Menurut Sitinjak, Dewi pernah dijodohkan sepupunya dengan seorang pengusaha asal Batam bermarga Silaban. Namun, perjodohan itu tidak disukai oleh pacar Silaban, boru Pasaribu. Teror demi teror pun dialaminya.

"Beberapa waktu lalu mereka sudah buat perjanjian damai. Tapi karena Silaban itu nggak kelihatan lagi, Pasaribu mengira dia bersama Dewi," katanya.

Nurmala Dewi Tinambunan, 31 tahun, ditembak di depan rumahnya di Jalan Pertahanan, Gg Indah, Patumbak, Deliserdang, Kamis (7/2/2013).

Dewi ditembak tak lama setelah turun dari angkot bersama ibunya. Peluru ditembak di bagian rusuk danSeorang bidan, Nurmala Dewi Tinambunan, 31 tahun, ditembak di depan rumahnya di Jalan Pertahanan, Gg Indah, Patumbak, Deliserdang, Kamis (7/2/2013).

Dewi ditembak tak lama setelah turun dari angkot yang mengantarkannya dari tempat bekerjanya di Puskesmas Teladan. Peluru ditembak di bagian rusuk dan tembus ke punggung.

Menurut, Sitinjak penembaknya memakai helm dan memakai Mio putih. Dia lari ke arah Delitua" kata Sitinjak saat dijumpai Tribun di Kamar Autopsi, RSUD Pirngadi.

Dewi sempat di bawa ke RS Estomihi, Jalan Sisingamangaraja. Namun segera dirujuk ke Pirngadi karena telah meninggal. (ton/tribun-medan.com)

Baca  Juga  :

  • Lokalisasi Ditutup, Marak Karaoke Ilegal di Tuban 42 menit lalu
  • Istri Mayor Tewas Mengambang di Sungai Surabaya 1 jam lalu
  • Gadai Emas BSM Jambi Raup Rp 1 Miliar 1 jam lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.