Penembakan di Aceh Terkait Politik TNI 2014?

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penembakan oleh pria tidak dikenal terhadap dua orang di mess Telkom, Aceh saat malam pergantian tahun kemarin diduga ada kaitannya dengan bisnis aparat keamanan. Isu-isu pilkada hanya ditunggangi (dimanfaatkan) saja sebagai strategi untuk melanggengkan bisnis tersebut.

"Belajar dari Papua dengan fenomena bisnis kekerasan yang konon dilakukan para aparat, maka isu pilkada hanya ditunggangi (dimanfaatkan) saja senagai strategi untuk melanggengkan bisnis. Penciptaan instability untuk pengalihan perhatian ini strategi klasik,"ujar Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews.com, Senin (2/1/2012).

Eva sendiri mengaku prihatin atas kejadian di Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam tersebut. Kejadian itu sangat aneh dan merisaukan karena sudah ketiga kalinya peristiwa penembakan dan tidak pernah ditemukan pelakunya. Sementara kata Eva yang kerap memberikan pernyataan pers adalah Pangdam.

"Ini ada keanehan, dimana Polri?tidak mungkin mereka diam, pasti sudah penyelidikan dan penyidikan. Lalu mengapa tidak ada tindakan?apa Polri berhadapan dengan kekuatan yang tidak terlawankan sehingga seperti gagu?"Jelasnya.

Eva pun menambahkan apabila kaitannya adalah dengan hambatan politis maka hanya Jakarta, Menkopolhukam, Djoko Suyanto dan Presiden SBY sendiri yang bisa menyelesaikan.

"Harapanku, Menkopolhukam dan Presiden segera menangani dan tidak melakukan pembiaran demi agenda-agenda politik 2014. Creating instability, untuk nutupi bisnis yg dilakukan oleh kelompok elit, yang aneh, GAM bungkam, apa sudah bagian dari conspiracy?"Pungkasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.