Penembakan Massal di Florida Akibatkan 2 Orang Tewas dan 20 Lainnya Terluka

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polisi tengah meminta bantuan publik untuk menemukan siapa pun yang melakukan penembakan ke sebuah klub di Florida, Amerika Serikat pada Minggu (30/5) hingga menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai sedikitnya 20 lainnya, kata direktur polisi Miami-Dade Alfredo Ramirez III.

Tak lama setelah tengah malam, sebuah mobil Nissan Pathfinder putih berhenti di El Mula Banquet Hall dekat Hialeah. Saat itulah tiga orang "keluar dari kendaraan dengan senapan serbu dan pistol dan mulai menembak tanpa pandang bulu ke kerumunan," kata Ramirez.

Menurut laporan CNN, Senin (31/5/2021), korban luka dibawa ke berbagai rumah sakit di daerah tersebut. Setidaknya satu dari mereka yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, kata polisi.

"Akibatnya 20 sampai 25 korban luka tembak, dan dua orang meninggal di tempat kejadian."

Keluarga Korban

Ilustrasi Penembakan (Rudy and Peter Skitterians/Pixabay).
Ilustrasi Penembakan (Rudy and Peter Skitterians/Pixabay).

Angelica Green mengatakan putra dan keponakannya termasuk di antara mereka yang tertembak.

Putranya ditembak sekali di daerah perut dan dalam kondisi stabil setelah operasi, kata Green.

"Namun, keponakan saya ditembak empat kali," katanya, termasuk satu kali di daerah perut dan tiga kali di kaki.

Green mengatakan putranya adalah anak satu-satunya.

"Dia bukan sebuah statistik. Dia lulusan perguruan tinggi tahun lalu. Jadi dia berpendidikan. Dia pergi keluar dengan sepupunya yang berpendidikan hanya untuk merayakan akhir pekan, dan mereka belum berhasil masuk klub," katanya.

"Mereka mengatakan bahwa beberapa pria, tiga pria yang mereka perhatikan ... mereka baru saja mulai menembak ... untuk alasan apa pun, kami tidak tahu."

Maraknya Penembakan Massal

Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Departemen Kepolisian Miami-Dade meminta siapa pun yang memiliki informasi tentang penembak atau keberadaan mereka untuk menghubungi pihak berwenang.

"Ini adalah pembunuh berdarah dingin yang menembak tanpa pandang bulu ke kerumunan dan kami akan mencari keadilan," tulis Ramirez di Twitter.

"Saya turut berduka cita untuk keluarga para korban."

"Kekerasan senjata jenis ini harus dihentikan. Setiap akhir pekan, sama saja. Ini ditargetkan. Ini jelas tidak sembarangan," kata Ramirez.

Penembakan massal seperti ini memang tengah marak terjadi. Pada hari Jumat, penembakan lain di daerah Miami menewaskan sedikitnya satu orang tewas dan enam lainnya luka-luka.

Penembakan massal itu terjadi di distrik Wynwood Miami pada Jumat larut malam.

Polisi mengatakan mereka sedang mencari mobil yang mungkin terlibat dalam penembakan itu.