Penembakan massal naikkan penjualan ransel tahan-peluru

New York (AP) - Perusahaan seperti Guard Dog Secutiry, TuffyPacks dan Bullet Blocker menjanjakan ransel tahan-peluru buat anak-anak tepat pada waktunya untuk musim belanja kembali ke sekolah. Tapi para pengeritik menyatakan mereka memanfaatkan tragedi sebagai peluang pemasaran dan mengeksploitasi ketakutan terburuk orang tua.

Keselamatan tinggi di dalam benak banyak orang tua, terutama setelah dua penembakan massal berturut-turut di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, sehingga menewaskan 31 orang.

"Waktu telah berubah," kata Yasir Sheikh, pendiri dan Presiden Skyline USA, yang membuat produk Duard God Secutiry seperti semprotan lada dan senjata kejut dan mulai menawarkan ransel tahan-peluru yang diberi nama ProShield Scout buat anak-anak tahun lalu. "Produk kami menanggapi itu. Ini kenyataan yang menyedihkan."

Sheikh mengatakan ransel tahan-peluru sangat terkenal dan terjual habis sampai beberapa kali setelah penembakan massal Parkland, Florida, 2018 sehingga menewaskan 17 orang.

Steve Narmore mendirikan TuffyPacks, yang berpusat di Houston, pada penghujung 2015, setelah putrinya, guru kelas empat, memberitahu dia mengenai seringnya pelatihan penembakan aktif buat murid-muridnya. Perusahaannya memproduksi ,beberapa ransel tahan-peluru tapi banyak bisnisnya adalah perisai balistik yang bisa dicabut yang disisipkan di ransel.

Naremore mengatakan ranselnya dapat berbeda antara menderita luka "mematikan berbanding tidak mematikan".

"Ini berfungsi sebagai perisai pertahanan," kata Naremore. Ia menyatakan penjualan perisai itu meningkat tiga-kali lipat dalam beberapa hari setelah penembakan massal di satu toko Walmart di El Paso pekan lalu, sehingga menewaskan sedikitnya 22 orang.

Tapi sebagian orang tua mempertanyakan motif di balik perusahaan semacam itu.

"Satu-satunya orang yang menikmatinya adalah orang yang menjual ransel," kata Ponnell Scroggins dari Milwauke, ayah enam anak, yang berusia tiga sampai 14 tahun. "Mereka mengeruk sangat banyak urang sekarang. Dan mereka melakukannya berangkat dari sesuatu yang sangat tidak menguntungkan."

TuffyPacks memasarkan produknya di jejaringnya dengan penembakan massal di benaknya. "Apakah anda dan keluarga anda terlindungi dalam peristiwa penembakan di sekolah atau tempat kerja? Bersiap lah buat situasi terburuk dengan perisai balistik terbaik di industri!"

Dan ranselnya tidak diperoleh dengan murah. Perisai TuffyPacks berkisar dari harga 129 dolar AS sampai 149 dolar. Ransel Skyline, ProShield Scout dibandrol 119 dolar AS, walaupun di bawah versi orang dewasa yang mencapai harga 199 dolar AS.

Sebagian juga memiliki keraguan mengenai keamanan ransel tersebut dan seberapa jauh ransel itu bisa melindungi anak-anak.

Baik Guard Dog Secutiry maupun TuffyPacks mengklaim produksi mereka sudah diuji-coba di laboratorium independen sejalan dengan standar dari National Institute of Justice dan memenuhi ketentuan buat rating Level IIIA. Itu berarti perisai tersebut dapat menangkal senjata genggam 9-milimeeer dan magnum 44. Naremor mengatakan ransel itu memakai rompi polisi.

Namun National Institute of Justrice sendiri --sayap penilaian, pengembangan dan penelitian di Departemen Kehakiman, yang menetapkan rating-- tak pernah melakukan uji-coba atas semua produk itu dan memberi sertifikat buat mereka sehingga tak bisa bertanggung-jawab buat mereka.

"Pemasaran yang mengklaim NIJ menguji-coba atau memberi sertifikat buat produk semacam itu palsu," kata Mollie Timmons, wanita Juru Bicara Departemen Kehakiman.

Ransel tersebut juga tidak melindungi dari senjata ala-militer, yang digunakan dalam beberapa penembakan massal termasuk di Parkland serta Sandy Hook Elementary School di Connecticut. Dalam kedua penembakan massal itu, seorang pria bersenjata menewaskan 20 anak kecil dan enam pendidik pada 2012. Sandy Hook masih menjadi penembakan massal paling mematikan di sekolah menengah atau sekolah dasar dalam sejarah AS.

Greg Shaffer, mantan agen FBI dan ahli dalam terorisme dalam negeri, menyatakan bahwa kebanyakan penembak aktif menggunakan senjata genggam. Namun, ransel tahan-peluru mungkin tidak efektif sebab anak-anak seringkali meninggalkan tas mereka di ruang kecil terpencil di kelas sehingga mereka tidak menyandangnya kalau ada penembak aktif. Tidak banyak anak ditembak dan tewas sedang keluar-masuk sekolah, ia menambahkan.

"Saya tidak berfikir buat uang dan beban tambahan yang jauh lebih efektif dalam melindungi anak-anak," katanya.

Kebanyakannya, ritel utama seperti Walmart dan Target tampak menjauh dari ransel semacam itu. kedua penjual eceran tersebut mengatakan mereka tidak menjual ransel tapi tak memberi komentar lebih lanjut.

Seorang wanita juru bicara Amazon mengatakan perusahaan itu juga tidak menjual ransel tahan-peluru dan menyatakan kebijakannya yang melarang penjualan perlengkapan tubuh dan produk apa pun yang meliputi pakaian dan helm tahan peluru atau balistik.

Sementara itu, Office Depot, Inc. menjual produk Guard Dog Security di toko eceran Office Depot dan OfficeMax tertentu di seluruh AS serta daring, sedangkan Homedepot.com menjual ransel ProShield. Namun banyak penjualan tersebut tampaknya berasal dari ritel daring kecil independen seperti Bulletproofzone.com.

"Waralaba besar ragu untuk menjual ransel tersebut karena masalah tanggung-jawab," kata Craig Johnson, Presiden Customer Growth Partners, perusahaan konsultasi pengecer. "Saya tidak memandangnya sebagai jenis produk arus utama."

Pada awal pekan ini, Walt Disney Co. menuntut TuffyPacks berhenti menjual ransel tahan-peluru yang menyisipkan penampilan putri-putri Disney, tokoh Harry Potter dan Avengers dari produknya.

"Tak satu pun produk ini mendapat pengesahan dari Disney, dan kami menuntut bahwa mereka yang berada di belakang ini berhenti menggunakan tokoh kami atau harta intelektual lain untuk meningkatkan penjualan dagangan mereka," kata seorang juru bicara Disney di dalam satu pernyataan surel kepada The Associated Press.

Naremore mengatakan ia telah menarik semua produk yang bertemakan Disney.

Para ahli pendidikan mengatakan ransel tahan-peluru bukan penyelsaian.

"Sekolah mesti menjadi tempat yang aman tempat anak-anak dapat merasa aman, bukan zona perang yang bertambah keras tempat mereka berpakaian seperti tentara yang bersiap untuk perang," kata Randi Weingarten, Presiden American Federation of Teachers, serikat pekerja guru terbesar kedua di negeri itu, di dalam satu pernyataan surel kepada The Associated Press. "Jika para pengecer mau menjual produk ini, mereka juga harus meningkatkan tuntutan nyata, penyelesaian efektif bagi kekerasan yang melibatkan senjata, termasuk pengaturan peraturan yang lebih keras atas penjualan senjata dan program pembelian-kembali untuk membantu senjata tidak sah hilang dari jalanan."

Namun, para pembuat ransel tahan-peluru telah melangkah ke dalam ketakutan yang nyata. Dan buat orang tua yang merasa tak berdaya serta mencari jawaban, ransel menyediakan mereka satu jawaban.

Marisol Rodriguez dari Milwaukee mengatakan wanita itu sedang mempertimbangkan untuk membeli satu ransel buat putranya, yang berusia 13 tahun.

"Itu mestinya tidak muncul dengan penjualan ransel tahan-peluru," katanya. "Itu cuma memperlihatkan masyarakat macam apa tempat kita hidup hari ini."