Penembakan Tito Kei bukti 'koboi' masih merajalela

MERDEKA.COM. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melihat kasus penembakan Tito Kei sebagai bukti masih merajalelanya para 'koboi' jalanan di negeri ini. Jika tak segera diatasi, masyarakat akan semakin resah.

"Ini membuktikan aksi koboi masih hidup subur di negeri ini," ujar anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan kepada merdeka.com, Minggu (2/6).

Edi minta agar Polda Metro Jaya bertindak cepat mengungkap siapa aktor intelektual pembunuh adik John Kei itu. Menurutnya, tak ada alasan bagi Polri untuk lambat mengungkap kasus ini.

"Ini sangat meresahkan masyarakat. Jangan biarkan koboi-koboi bebas beraksi di kota ini," tegasnya.

Dia juga meminta agara polis menelusuri peredaran senjata api. "Segera gelar operasi di jalan agar bisa menciptakan kondisi keamanan di Jakarta lebih lebih dan kondusif," tandasnya.

Seperti diketahui, adik kandung John Kei ditembak orang tak dikenal ketika sedang bermain domino bersama teman-temanya yaitu Gerry, Han, dan Petrus. Di warung kopi milik Ratim yang juga menjadi korban penembakan malam itu.

Tito Kei tewas dengan luka tembak di mata bagian kanan bawah. Sedangkan Ratim menderita luka tembak di bagian dada kiri. Rencananya jenazah Tito Kei akan di bawa ke kampung halamannya di Tutrayan, Kecamatan Kei Besar Selatan, Maluku Tenggara, Senin (3/6) nanti.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.