Penemu GeNose Naksir Alat Tes Negara Tetangga

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pada Mei lalu, Singapura mengumumkan uji coba tes napas untuk mendeteksi COVID-19. Cara kerja alat ini mirip dengan GeNose, yang diciptakan oleh Universitas Gadjah Mada.

Alat deteksi dari negara tetangga Indonesia ini dinamakan BreFence Go COVID-19, yang dikembangkan startup spin off Breathonix dari National University of Singapore. Fitur unggulannya yakni hanya membutuhkan satu napas, untuk bisa mendeteksi virus Corona.

Napas yang dihembuskan kemudian masuk ke spektrometer massa, dan dianalisis untuk senyawa organik volatil (VOC) atau biomarker yang mengindikasikan infeksi COVID-19.

Penemu GeNose, Kuwat Triyono mengatakan bahwa BreFence Go COVID-19 mirip dengan GeNose. Sensornya pun hampir sama. Hanya bedanya, BreFence Go COVID-19 langsung menggunakan alat saat seseorang melakukan tes.

"Kalau kami enggak berani begitu, karena masuk alat itu kami enggak tahu kalau ada transmisi antara pengguna," ujarnya dalam acara SGU Symposium 2021, dikutip Minggu 1 Agustus 2021.

Kuwat mengaku belum tahu detail mengenai alat tersebut karena masih uji coba, belum sampai tahap komersial. Dia bahkan tertarik untuk membelinya, jika sudah tersedia di pasar guna ditelaah.

Dia juga menyampaikan, GeNose saat ini masih banyak digunakan di rumah sakit di Yogyakarta, sekolah asrama dan industri-industri yang beberapa letaknya di Jawa Timur.

"Kalau di industri untuk screening rutin karyawan, dan itu kami hampir setiap hari dapat info. Misalnya, hasilnya gak cocok dengan PCR, ternyata sinyalnya rendah atau faktor-faktor lainnya," jelasnya.

Jadi secara umum GeNose tidak dihentikan untuk penggunaan di luar transportasi massal. Artificial Inteligence atau kecerdasan buatan pada alat itu juga terus diperbarui jika mendeteksi varian baru, apakah polanya sama seperti sebelumnya atau berbeda.

Gelaran SGU Symposium 2021 diadakan oleh Swiss German University (SGU). Mereka memfasilitasi para ahli dari berbagai negara lewat event ini yang bertemakan 'Achieving Competitive Advantage for Business Turnaround through Innovation During and Post Pandemic Era'.

Pertemuan yang dilaksanakan secara daring ini diharapkan menjadi ajang pertukaran ilmu bagi para profesor, peneliti, pelaku usaha, dan mahasiswa. Dengan begitu, berbagai pihak akan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif untuk menghadapi pandemi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel