Penerapan normal baru diprediksi jadi sentimen positif pekan depan

Faisal Yunianto

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee menilai penerapan skenario normal baru (new normal) diperkirakan akan menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan.

"Rencana new normal di dalam negeri atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia," ujar Hans Kwee di Jakarta, Minggu.

Sementara itu, pelonggaran pembatasan sosial di berbagai negara dan belum adanya tanda-tanda gelombang kedua COVID-19, menjadi sentimen positif pasar.

Selain itu, lanjut Hans, pelaku pasar masih akan mencermati ketegangan Amerika Serikat dengan China menyusul Kongres Rakyat Nasional China yang menyetujui RUU keamanan nasional untuk Hong Kong.

"Peluang Amerika Serikat mengenakan sanksi terhadap perusahaan dan pejabat China atas situasi yang terjadi di Hong Kong. Ini mungkin akan menjadi perhatian pasar," kata Hans.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan tidak ada perubahan kesepakatan perdagangan dengan China meskipun tensi kedua negara meningkat, dinilai bisa menjadi sentimen positif di awal pekan.

Trump mengatakan mencabut keistimewaan Hongkong seperti tidak akan menerima perlakuan keistimewaan tarif, orang Hongkong tidak bisa bebas masuk Amerika, dan tidak ada dwi kewarganegaraan.

Sentimen lainnya, perkembangan penelitian untuk menemukan vaksin COVID-19 akan selalu menjadi perhatian pelaku pasar.

Kemudian, rencana dana pemulihan zona Eropa sebesar 750 miliar Euro juga menjadi sentimen positif pasar.

"Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat di awal pekan dan rawan aksi profit taking di akhir pekan," ujar Hans.

Baca juga: IHSG Jumat dibuka melemah 3,7 poin
Baca juga: IHSG menguat seiring rencana pembukaan ekonomi bertahap
Baca juga: IHSG berpotensi melemah dipicu meningkatnya tensi geopolitik AS-China