Penerapan SRG gula diharapkan tingkatkan kesejahteraan petani tebu

Penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk komoditas gula yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Pangan ID FOOD, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani tebu.

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat mengatakan, penerapan SRG gula tersebut merupakan upaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani sebagai penunjang produksi gula pascapanen.

"Ini merupakan bagian dalam upaya transformasi industri gula nasional serta untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para petani tebu yang merupakan penunjang produksi gula pascapanen," kata Frans.

Frans menjelaskan, tujuan implementasi SRG pada Pabrik Gula ID FOOD tersebut, sebagai salah satu instrumen tunda jual atau manajemen stok yang diharapkan bisa menjadi skema mitigasi atas risiko atau fluktuasi harga komoditas tersebut.

"Pada saat harga komoditas turun dapat menjadi skema untuk mitigasi risiko atas fluktuasi harga," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, SRG komoditas gula juga bisa dipergunakan sebagai instrumen pembiayaan perdagangan dengan jaminan komoditas gula yang disimpan di gudang. Hal tersebut bisa memberikan akses permodalan usaha bagi pelaku usaha, khususnya para petani tebu.

"Melalui SRG ini juga dapat diketahui kepastian informasi ketersediaan stok dan mutu komoditas gula untuk mendukung pemasaran pelaku usaha serta mendorong peningkatan daya saing komoditas," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Industri Pangan dan Pupuk, Kementerian BUMN, Zuryati Simbolon menambahkan, SRG merupakan kontribusi BUMN dalam pengawalan proses hulu, produksi dan pemasaran.

Sehingga, lanjutnya, tercipta keunggulan operasional perusahaan yang lebih baik untuk mendukung keberlanjutan bisnis gula. Menurutnya, BUMN Pangan memiliki ruang yang besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

"BUMN Pangan masih memiliki ruang yang besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Tantangan mengejar target produksi lokal menuju swasembada gula masih terbuka lebar," katanya.

Ia menilai, komoditas gula merupakan salah satu tulang punggung kinerja ID FOOD setelah industri trading. Upaya untuk melakukan perluasan SRG juga mendapatkan kepercayaan penuh dari pemangku kepentingan termasuk sektor perbankan dan para petani.

"Serta yang tak kalah pentingnya dukungan instansi pemerintah diantaranya Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional dan pemangku kepentingan lainnya," katanya.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Pangan ID FOOD merealisasikan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) untuk komoditas gula yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani tebu di dalam negeri.

Implementasi SRG untuk komoditas gula tersebut, merupakan yang pertama kali diterapkan di Indonesia.dan merupakan sinergi bersama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Baca juga: ID FOOD terapkan Sistem Resi Gudang untuk komoditas gula

Baca juga: ID FOOD tempatkan nelayan sebagai pejuang pangan