Penerima Banttuan Berharap BST Diperpanjang Jelang Bulan Ramadhan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Warga penerima bantuan sosial tunai (BST), atau disebut keluarga penerima manfaat (KPM) menyatakan harapannya agar BST bisa diperpanjang. Sejauh ini, BST hanya akan disalurkan hingga April 2021.Ada dua alasan utama yang diungkapkan para KPM.

Pertama, mereka memikirkan biaya kebutuhan selama bulan puasa, hingga Idul fitri. Kedua, kondisi perekonomian KPM yang belum pulih akibat pandemi covid-19. Hingga saat ini masih banyak warga terdampak covid-19 yang belum dapat penghasilan tetap.

KPM asal Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sri Yanti, misalnya. Dia mengungkapkan, kondisi ekonominya saat ini belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Saya berharap pemerintah juga bisa mengerti keadaan kami. Biar sedikitnya masih bisa kasih bantuan BST agar bisa bertahan sampai puasa atau Lebaran," ujar Yanti (Kamis,25 Maret 2021).

Yanti sempat bekerja sebagai tukang cuci di sebuah apartemen. Semenjak pandemi covid-19, dia kehilangan pekerjaan itu. Dia belum bekerja lagi hingga sekarang. Adanya bantuan BST tentu sangat berarti bagi Yanti.

Dian Rusdiani. - Kpm kel. Kebon Kosong kec. Kemayoran jakarta pusat. (Foto:Dok.PT Pos Indonesia)
Dian Rusdiani. - Kpm kel. Kebon Kosong kec. Kemayoran jakarta pusat. (Foto:Dok.PT Pos Indonesia)

Selain untuk kebutuhan puasa, Yanti juga masih bisa menyisihkan dari uang BST sebesar Rp300 ribu itu untuk membeli paket internet, agar anaknya bisa tetap sekolah. Seperti diketahui, sebagian besar sekolah masih menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ).

"Jadi tolong diperhatikan. Walaupun gimana, karena sudah mau puasa dan Lebaran, anak juga masih perlu belajar secara daring. Jadi saya mohon diperhatikan bantuannya masih berlanjut," katanya.

Kebutuhan BST untuk bertahan hidup juga diungkapkan KPM lainnya, Artini. Dia merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini. Meskipun untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari masih kurang.

"Rp300 ribu sebetulnya kurang. Beli beras saja sudah sekian. Beli mie instan dan jajan anak sekolah. Sudah habis seminggu. Tiga minggu ke depan sudah pusing lagi," kata Artini, mengeluh.

Untuk menutupi kekurangan itu, ibu tiga anak itu bekerja serabutan. Apapun dilakukan agar bisa mengisi perut. Terlebih, kebutuhan persiapan untuk menyambut hari raya juga akan semakin meningkat.

"Kalau bisa diperpanjang, ditambah bulannya sampe Idulfitri. Buat bantu puasa. Mudah-mudahan pemerintah tahu dan bisa membantu," katanya.

Artinis - Kpm kel. Kebon Kosong kec. Kemayoran Jakarta pusat. (Foto:Dok.PT Pos Indonesia)
Artinis - Kpm kel. Kebon Kosong kec. Kemayoran Jakarta pusat. (Foto:Dok.PT Pos Indonesia)

Hal senada juga disampaikan KPM lainnya, Dian Rusdiani. Dia memandang BST sebaiknya tetap disalurkan hingga akhir 2021. Keinginannya bukan tanpa alasan, mengingat situasi pandemi covid-19 yang masih belum menujukkan penurunan.

"Kalau bisa ditambah, apalagi puasa (akan) semakin banyak pengeluaran. Kalau bisa juga ditambah nominal bantuannya. Kalau ditambahin ya syukur," ungkap Dian.

Juru Bayar Kantor Pos, sekaligus Koordinator Penyaluran BST Wilayah Kecamatan Kemayoran Evo Hastudi memaklumi berbagai harapan yang diungkapkan oleh para KPM. Sebab, BST sangat menolong memenuhi kebutuhan hidup para KPM.

"BST itu sangat membantu KPM yang membutuhkan. Apalagi kalau bisa ditambah bulan dan nominalnya. Itu sangat mencukupi," ujar Evo.

Sebagai informasi, BST dari Kemensos disalurkan oleh PT Pos Indonesia (Persero). Ketika bekerja sebagai juru bayar, Evo melayani sekitar 200-an KPM perhari. Total alokasi penyaluran BST di Kec. Kemayoran sebanyak 33.891 KPM. Khusus wilayah Jakarta Pusat, BST disalurkan langsung ke masing-masing rumah KPM.

Dalam menjalankan tugasnya, Evo tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Dia dilengkapi dengan masker dan membawa hand sanitizer. Terlebih, ketika dia harus menyambangi rumah KPM yang sudah menjalani isolasi mandiri.

"Kalau ada warga yang terkena (positif covid-19). Bisa disusulkan. Bisa juga dengan metode video call, lalu petugas juru bayar menunggu di depan rumah KPM, sambil menunjukkan surat undangan. Lalu di-scan dan dikasih di depan pagar rumah. Jadi tidak perlu khawatir," ucap Evo.

Secara umum harapan warga akan bantuan pemerintah dalam masa pandemi Covid ini masih sangat dibutuhkan, apalagi menjelang bulan Ramadan, kecenderungan masyarakat semakin meningkat kebutuhan hidupnya.Semoga.

(*)