Penerima dosis ketiga capai 65,67 juta jiwa penduduk Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis ketiga atau penguat mencapai 65,67 juta jiwa hingga Jumat, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Jumat, mencatat jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 bertambah 73.004 orang, sehingga mencapai total 65.674.792 orang.

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 27,99 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19, sebanyak 234.666.020 orang.

Sementara itu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 23.841 orang menjadi 172.083.846 orang, yang meliputi 73,33 persen dari total sasaran.

Baca juga: Kemenkes pastikan stok vaksin aman

Baca juga: Stok Sinovac kosong, vaksinasi anak di Sulsel dihentikan Dinkes

Sedangkan penerima dosis pertama bertambah 11.303 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 205.237.268 orang atau sudah diberikan pada 87,46 persen dari total sasaran.

Untuk vaksinasi keempat, yang saat ini masih menargetkan tenaga kesehatan terjadi penambahan 5.531 orang. Total 698.659 orang sudah menjalani vaksinasi keempat.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyampaikan penggunaan vaksin COVID-19 produksi dalam negeri yang telah diresmikan akan mendukung Indonesia untuk memenuhi kebutuhan booster di Tanah Air.

"Diresmikannya penggunaan vaksin dalam negeri yakni Indovac dan Inavac akan mencukupi kebutuhan booster COVID-19," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah juga masih memiliki persediaan sekitar 6 juta vaksin COVID-19 yang akan memenuhi kebutuhan vaksin booster di Indonesia.

"Memang pada bulan Agustus, September, Oktober ada kekurangan vaksin. Saat ini ada 6 jutaan vaksin dan sudah didistribusikan sebanyak 2,5 juta," paparnya.*

Baca juga: 48 persen COVID-19 subvarian XBB terdeteksi di Batam

Baca juga: Kemenkes: Vaksin COVID-19 produk dalam negeri dukung kebutuhan booster