Penerima dosis penguat capai 37,45 juta jiwa penduduk Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis ketiga atau penguat mencapai 37,45 juta jiwa hingga Kamis, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Kamis menunjukkan jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 per hari ini bertambah 1.397.440 menjadi 37.458.813 orang.

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 17,99 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Sementara itu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 318.457 menjadi 164.657.310 orang.

Sedangkan penerima dosis pertama bertambah 78.179 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 199.191.893 orang.

Pemerintah berencana memvaksinasi sebanyak 208.265.720 juta orang.

Dengan demikian maka tercatat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 95,64 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Sementara warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi meliputi 79,06 persen dari total sasaran.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan pemerataan cakupan vaksinasi nasional masih harus terus ditingkatkan karena masih ada beberapa daerah yang cakupan vaksinasi dosis lengkapnya masih di bawah 70 persen.

"Capaian vaksinasi nasional sudah cukup baik, meskipun pemerataan cakupan vaksin ini masih harus terus ditingkatkan, bahkan data menunjukkan masih ada beberapa daerah yang hingga saat ini cakupan vaksin dosis lengkapnya belum mencapai target 70 persen," katanya.

Oleh karena itu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan penularan COVID-19.

Wiku meminta setiap individu memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan jumlah kasus agar tetap terkendali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel