Penerima E-Ticket Commuter Line Merujuk pada BLT

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

TEMPO.CO , Jakarta:Kementerian Perhubungan akan menggunakan data penerima bantuan langsung tunai sebagai basis data pemberian kartu e ticket commuter line khusus masyarakat berpenghasilan rendah. »Data itu sudah ada di Kantor Wakil Presiden dan siap digunakan,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, saat dihubungi Kamis, 28 Maret 2013.

Selain menggunakan basis data penerima bantuan langsung tunai, kata Bambang, Kementerian Perhubungan menggunakan data masyarakat penerima bantuan sosial dari pemerintah daerah, semisal kartu keluarga miskin. Data pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan menjadi verifikator masyarakat yang berhak menerima e-ticket commuter line khusus.

»Jadi tidak semua orang yang mendaftar untuk menerima kartu e ticket khusus bisa langsung mendapatkan kartu itu,” kata Bambang. Ia mengatakan Kementerian dan pemerintah daerah akan tetap memverifikasi ulang setiap permohonan berdasarkan data-data tersebut dan melakukan pengecekan di lapangan.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia memutuskan untuk mengganti seluruh kereta rel listrik ekonomi non berpendingin udara menjadi commuter line AC dengan skema tarif tunggal. Namun khusus masyarakat berpenghasilan rendah, Kementerian Perhubungan akan memberikan subsidi langsung yang diberikan melalui kartu e ticket commuter line.

Subsidi langsung tersebut berupa potonga harga tiket kereta untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang membeli tiket dengan menggunakan kartu e ticket commuter line. Hal ini dilakukan agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat mengakses commuter line walau teah diberlakukan tarif tunggal.

»Oleh sebab itu, skema subsidi langsung ini harus dilakukan saat sistem e ticket sudah berjalan seluruhnya,” kata Bambang. Ia menjelaskan, PT KAI Commuter Jabodetabek saat ini tengah menyiapkan sistem tersebut dan ditergetkan bisa beroperasi pada April mendatang. Setelah itu pemberian kartu e ticket khusus akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah sekitar Juni-Juli.

RAFIKA AULIA

Berita Terkait

Tiket Kereta Anak Disamakan dengan Dewasa 

Tak Kebagian Tiket, Calon Penumpang Kereta Ngamuk 

Tiket Kereta Ekonomi Juga Ludes 

Jelang Natal, Tiket di Stasiun Senen Ludes  

Topik Terhangat Tempo: Serangan Penjara Sleman || Adi Vs Eyang Subur || Harta Djoko Susilo ||Agus Martowardojo

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...