Penerima vaksin COVID-19 dosis ketiga mencapai 65,6 juta orang

Vaksinasi COVID-19 tahap ketiga sebagai booster telah mencapai 65.601.788 orang setelah hari ini 48.890 orang telah mendapatkan vaksin dosis ketiga, menurut data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Data yang diterima di Jakarta, Kamis, penerima vaksin COVID-19 dosis pertama kini juga telah mencapai 205.225.965 orang atau bertambah 8.996 orang dibandingkan Rabu kemarin (9/11).

Untuk penerima vaksinasi kedua, terjadi penambahan 17.102 orang menjadikan 172.060.005 orang telah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19.

Penerima vaksinasi keempat telah mencapai 693.128 orang, atau bertambah 3.166 orang yang mendapatkan dosis keempat sebagai penguat atau "booster".

Baca juga: Epidemiolog: Vaksin COVID-19 cegah gejala berat pada kelompok rentan

Baca juga: Sempat menipis, stok vaksin COVID-19 DIY kembali tersedia

Satgas Penanganan COVID-19 juga melaporkan bahwa terdapat penambahan 6.294 kasus baru, yang disertai juga 4.223 pasien sembuh dan 37 orang meninggal dunia.

Terdapat pula 45.831 kasus aktif atau pasien yang menjalani perawat dan isolasi mandiri setelah terinfeksi COVID-19. Jumlah itu memperlihatkan kenaikan 2.071 dibandingkan kemarin.

Sementara itu, vaksin COVID-19 buatan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang diberi nama INAVAC telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin itu rencananya digunakan sebagai pencegahan COVID-19 menggunakan inactivated virus dan dapat diberikan pada individu usia 18 tahun ke atas.

Metode itu menggunakan virus yang telah dimodifikasi atau dinonaktifkan sehingga virus tidak dapat memperbanyak diri dan menyebabkan penyakit.

"INAVAC telah mendapatkan izin emergency use authorization oleh BPOM dan akan diproduksi secara massal," ujar Rektor Unair Prof. Moh Nasih di Surabaya, Rabu kemarin (9/11).*

Baca juga: BPOM dorong dua vaksin COVID-19 Indonesia untuk penguat

Baca juga: Sebanyak 65,49 juta penduduk RI mendapatkan vaksinasi dosis penguat