Penerima vaksin lengkap capai 114,82 juta penduduk Indonesia

·Bacaan 1 menit

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima vaksin secara lengkap mencapai 114,82 juta jiwa hingga Rabu, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan dua dosis vaksin COVID-19 per hari ini bertambah 256.668 sehingga menjadi 114.822.604 orang.

Jumlah penerima vaksin dosis pertama yang tercatat hari ini sebanyak 572.376 jiwa. Dengan tambahan tersebut, maka jumlah penerima vaksinasi dosis pertama saat ini menjadi 167.226.243 jiwa.

Total vaksinasi untuk dosis ketiga hari ini mencapai 1.295.326 orang.

Pemerintah berencana memvaksinasi sebanyak 208.265.720 juta orang.

Baca juga: Pemerintah perlu libatkan swasta dalam program vaksinasi nasional

Dengan demikian tercatat, suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 80,29 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi meliputi 55,13 persen dari total sasaran.

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengatakan ketuntasan vaksinasi COVID-19 dosis kedua dan vaksinasi anak menjadi hal penting selain program vaksinasi penguat.

"Rencana vaksin 'booster' (penguat) jangan sampai melalaikan fokus pencapaian vaksinasi nasional," katanya.

Menurut dia, kalau memang harus dilakukan vaksinasi penguat maka sedapat mungkin digratiskan bagi warga, terutama kalangan menengah ke bawah.

"Kalau ada perusahaan yang ingin melakukan vaksin 'booster' mandiri bagi karyawannya, boleh-boleh saja, selama tidak memotong dari gaji karyawannya," ucap dia.

Baca juga: Mufida: Ketuntasan vaksin dosis 2 dan anak penting selain "booster"
Baca juga: Pemerintah belum tetapkan tarif vaksin penguat
Baca juga: Satgas COVID-19: Uji klinis vaksinasi penguat tidak ada indikasi KIPI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel