Penerima vaksin penguat bertambah jadi 66,136 juta penduduk

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah penerima vaksin penguat atau booster bertambah menjadi 66.136.689 penduduk Indonesia pada hari ini.

Berdasarkan data yang dihimpun di Jakarta, Minggu, sebanyak 42.330 penduduk Indonesia melakukan vaksinasi dosis ketiga pada hari ini. Sedangkan sebanyak 6.742 orang melakukan vaksinasi pertama sehingga totalnya sampai saat ini mencapai 205.313.420 pelaku vaksin.

Untuk vaksinasi kedua pada hari ini dilakukan oleh sebanyak 14.322 penduduk Indonesia, sehingga total pelaku vaksinasi kedua saat ini adalah 172.240.002 orang.

Sementara itu vaksinasi keempat yang di gelar pemerintah untuk tenaga kesehatan pada hari ini tercatat sebanyak 2.250 orang, sehingga total yang sudah mendapatkan vaksinasi ini sebanyak 726.373.

Pemerintah menetapkan target nasional sasaran vaksinasi sebanyak 234.666.020 untuk seluruh penduduk Indonesia dengan sasaran penerima vaksin yaitu tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum. Termasuk juga anak usia enam sampai 11 tahun dan usia 12 sampai 17 tahun.

Tujuan dipenuhinya target vaksinasi ini adalah untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol Kesehatan karena kasus COVID-19 kembali meningkat dan juga mewaspadai munculnya varian baru dari virus ini.

Berdasarkan laporan Kemenkes RI, varian baru tersebut terdeteksi kali pertama di Indonesia pada 25 September 2022 berupa XBB sebanyak 37 kasus, dan BQ.1 sebanyak 50 kasus per 30 September 2022. Kasus itu ditemukan di 10 provinsi di Indonesia, di antaranya Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Babel, Lampung, dan Sumatera Utara, dan Riau.

Perilaku bersih dan sehat serta menggunakan masker perlu diperketat kembali guna melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.

Baca juga: Kasus konfirmasi positif COVID-19 tercatat naik 5.172

Baca juga: Kemenkes: Indonesia risiko tinggi penyebaran virus polio