Penerimaan CPNS Bakal Dibuka di 2021, Inilah Formasi Prioritasnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah berencana membuka lowongan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di 2021. Nantinya, penerimaan CPNS akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, pendidik dan tenaga teknis.

Adapun pada tahun ini, penerimaan CPNS sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Pelaksana tugas (Plt) Deputi bidang SDM Kementerian PAN-RB, Teguh Widjinarko membeberkan, formasi CPNS 2021 belum diketahui pasti, tapi akan ada prioritas untuk beberapa posisi.

"Formasi yang dibutuhkan masih pada prioritas tenaga kesehatan, pendidikan dan tenaga-tenaga teknis yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah dan panjang," ujar Teguh kepada Liputan6.com, Minggu (27/12/2020).

Teguh mengaku, pihaknya masih mendata jumlah kebutuhan CPNS di tiap instansi baik pusat maupun daerah.

"Nanti setelah ini selesai dan ada pertimbangan Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani) dan BKN, barulah bisa kita tetapkan," jelas dia.

Meski belum diketahui pasti, CPNS 2021 dikabarkan akan dibuka setelah Mei pada tahun depan.

Sementara saat ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah merampungkan proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Saat ini, BKN tengah melakukan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) sebelum sampai ke tahap selanjutnya.

Adapun, progress penetapan NIP di BKN dapat dicek di laman https://www.bkn.go.id/penetapan-nip-cpns-ta-2019.

Pantauan Liputan6.com, sebagian besar peserta CPNS telah mendapatkan penetapan NIP. Hanya, ada 9 peserta yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk diangkat sebagai CPNS.

Pandemi Covid-19 Bikin Sejumlah Formasi Jabatan pada Penerimaan CPNS Hilang

Ekspresi peserta saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk CPNS Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor BKN Regional V, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seleksi diikuti 2.162 peserta. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Ekspresi peserta saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk CPNS Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor BKN Regional V, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seleksi diikuti 2.162 peserta. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau seluruh instansi pemerintah untuk menghitung ulang kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru ke depan. Pasca masa pandemi Covid-19, beberapa formasi jabatan CPNS mungkin sudah tidak dibutuhkan lagi di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

"Jadi mungkin banyak jabatan yang tidak dibutuhkan dan banyak juga jabatan baru yang dibutuhkan," kata Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN Aris Windiyanto dalam Rakornas Kepegawaian yang digelar secara virtual, Kamis (17/12/2020).

"Oleh karena itu kami berharap seluruh instansi melakukan anaisis jabatan, evaluasi jabatan, dan penghitungan beban kerja dan penghitungan kebutuhan ASN," dia menegaskan.

Aris mengungkapkan, setelah tiap kementerian dan lembaga atau pemerintah daerah (pemda) menghitung kebutuhan akan CPNS baru, untuk kemudian diserahkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB),

Hasil perhitungan tersebut pun nantinya akan menentukan, apakah perekrutan CPNS 2021 akan dibuka tahun depan atau tidak.

"Itu diajukan kepada Kementerian PANRB dan kebijakan apakah tahun 2021 akan dilakukan perekrutan atau penerimaan ASN itu nanti akan dibicarakan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," tutur Aris.

Saksikan Video Ini