Penerimaan Pajak 2020 Baru 77%, Pungutan Seluruh Sektor Ekonomi Turun

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penerimaan pajak hingga akhir November 2020 mencapai Rp925,34 triliun. Realisasi tersebut masih jauh dari target penerimaan pajak tahun ini.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020, target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp1.198,82 triliun. Dengan begitu, realisasi penerimaan per akhir November 2020 baru mencapai 77,2 persen.

Baca juga: Arab Saudi Tutup Perbatasan, Garuda Batalkan Penerbangan ke Jeddah

Jika dibandingkan dengan penerimaan pada November 2019, realisasi pada November 2020 minus 18,55 persen. Karena realisasi pada bulan yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp1.136,13 triliun.

"Growth secara neto masih mengalami tekanan karena adanya restitusi karena kita ingin menolong perusahaan-perusahaan agar likuiditasnya lebih baik," ucap Sri Mulyani, Senin 21 Desember 2020.

Dia merinci, untuk Pajak Penghasilan (PPh) Minyak dan Gas Bumi (Migas) hingga akhir bulan itu Rp29,16 triliun. Terkontraksi hingga minus 44,78 persen dari realisasi November 2019 sebesar Rp52,81 triliun.

PPh Non Migas terealisasi Rp492,57 triliun, minus 20,01 persen dari November 2019 Rp615,77 triliun. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya Rp20,93 triliun, minus 5,8 persen dari Rp26,37 triliun.

Untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) teralisasi Rp378,77 triliun, minus 14,15 persen dari Rp441,18 triliun pada November 2019.

Sementara itu, berdasarkan per sektor usaha, penerimaan pajak dari industri pengolahan minus 27,27 persen, lebih buruk dari posisi Oktober 2020 yang kontraksinya sebesar minus 26,16 persen.

Sektor perdagangan minus 17,49 persen, lebih baik dari bulan sebelumnya minus 32,55 persen. Sedangkan, jasa keuangan dan asuransi minus 25,49 persen lebih baik dari bulan sebelumnya 40,88 persen.

Sektor konstruksi dan real estate minus 23,04 persen dari minus 26,96 persen. Transportasi dan pergudangan minus 14,61 persen dari minus 19,39 persen dan pertambangan minus 42,07 persen dari minus 56,82 persen.

"Ini hal positif yang tentu kita harapkan berlanjut di keseluruhan bulan dari kuartal IV-2020 sehingga nanti kita harap kuartal IV akan relatif menunjukkan pemulihan yang masih terjaga," ungkap Sri Mulyani. (ren)