Penerimaan Pajak Diprediksi Hanya Tercapai 95,7 Persen dari Target APBN 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi penerimaan pajak bisa mencapai Rp 1.176,3 triliun hingga akhir 2021.

Realisasi ini setara 95,7 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini sebesar Rp 1.229,6 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yakin penerimaan pajak tersebut bisa didapat. Dasarnya, realisasi penerimaan pajak sudah mencapai Rp 557,8 triliun pada semester I-2021.

Sementara prognosis semester II akan mencapai Rp 618,5 triliun. "Outlook penerimaan pajak 95,7 persen dari target. Atau tumbuh 9,7 persen dari 2020 yang mencapai Rp 1.072,1 triliun," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/7/2021).

Bendahara negara itu optimis, penerimaan pajak pada semester II sebesar Rp 618,5 triliun bisa tercapai. Sebab, dia memandang pada semester II-2021 masih melanjutkan pertumbuhan positif, namun laju pertumbuhan bergantung kepada prospek aktivitas ekonomi pasca PPKM Darurat.

"Secara keseluruhan penerimaan pajak diperkirakan di bawah target dampak peningkatan kasus Covid-19 yang menahan laju pemulihan dan kebutuhan pemberian insentif kepada dunia usaha," jelas dia.

Selain penerimaan perpajakan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga memperkirakaan outlook kepabeanan dan cukai sampai dengan akhir tahun mencaai Rp 224 triliun, atau tumbuh 104,3 persen dari target APBN 2021.

Perhitungan tersebut didapat dari relisasi semester I yang sudah mencapai Rp 122,2 triliun dan progonsis semester II sebesar Rp 101,9 triliun.

Sementara untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 357,7 triliun, atau setara dengan 119,9 persen dari target APBN 2021.

Perhitungan tersebut didapat dari realisasi semester I mencapai Rp 206,9 triliun dan progonosis semester II sebesar Rp 150,8 triliun.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Realisasi Pembiayaan Investasi Pemerintah Semester I 2021 Capai Rp 25,6 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani . (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kementerian Keuangan mencatat, realisasi pembiayaan investasi pada semester I tahun 2021 mencapai Rp 25,6 triliun, jauh lebih tinggi dibanding semester I tahun 2020 sebesar Rp 6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, realisasi ini berasal dari investasi ke BLU (Badan Layanan Umum) sebesar Rp 15,6 triliun dan investasi pemerintah melalui pinjaman PEN kepada daerah sebesar Rp 10 triliun.

"Ini, sekali lagi, below the line, utang negara tetap bisa membantu untuk seluruh elemen terutama di daerah," jelas Sri Mulyanidalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/7/2021).

Secara rinci, pembiayaan tersebut disalurkan kepada BLU PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan) sebanyak 93.792 unit rumah melalui KPR Sejahtera, dari target 157.500 unit rumah yang diterima masyarakat berpenghasilan rendah.

Lalu, BLU LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) juga telah menyalurkan beasiswa kepada 6.469 orang dari target 7.000 orang serta pendanaan riset, termasuk riset untuk penanganan Covid-19, sebanyak 82 kontrak dari target 50 kontrak.

BLU PIP juga membiayai 1,1 juta debitur terutama ulta mikro dari target 1,8 juta. "Jadi kita akselerasi supaya membantu," kata Sri Mulyani.

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel