Penetapan APBD DKI 2013 Diperkirakan Molor

INILAH.COM, Jakarta - Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2013, diperkirakan tidak bisa disahkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Hal tersebut karena hingga saat ini, Gubernur DKI Joko Widodo masih melakukan pembahasan mengenai  Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan DPRD.

Pengesahan yang dijadwalkan akan dilakukan pada akhir Desember 2012 kemungkinan besar akan bergeser menjadi pertengahan Januari tahun 2013, hal tersebut dikarenakan hingga saat ini masih dibahasnya KUA-PPAS.

"Kelihatannnya kalau dilihat dari jadwal tidak mungkin akhir Desember. Ya sedikit lewat sekitar dipertengahan Januari tahun depan," ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sarwo Handayani di Balaikota, Jakarta (19/11/2012).

Selain itu, pengunduran jadwal ini juga dikarenakan  adanya pergantian pimpinan Gubernur DKI sehingga ada program-program (baru) yang perlu disesuaikan. Perlu diadakan pembahasan baru untuk penyesuaian antara Gubernur dan DPRD.

Sarwo menambahkan hingga pertengahan bulan November ini penyerapan APBD DKI diakui baru mencapai 56 persen, namun angka tersebut naik 2,5 persen dibanding tahun lalu. Hal ini dikarenakan tiga kendala yaitu, masih ada kontraktor yang belum menagih pembayaran, beberapa program di APBD perubahan masih dalam proses, serta pembebasan lahan yang juga masih dalam proses. " Targetnya sih harus lebih baik dari tahun lalu. Paling tidak sama dengan tahun lalu, syukur - syukur bisa lebih," tandasnya.

Sebelumnya Gubernur DKI, Joko Widodo mengatakan bahwa pembahasan KUA dan PPAS hingga saat ini masih berjalan. Hal ini yang membuat penetapan APBD DKI 2013 tidak bisa  dilaksanakan tepat pada waktunya. "Lebih baik molor tapi menghasilkan sesuatu yang baik daripada cepat tapi tidak baik," ujarnya.[bay]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.