Penetapan Upah Dikhawatirkan Pengaruhi Iklim Investasi

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Merdeka.com
    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    MERDEKA.COM. Pemilihan umum legislatif telah berakhir. Fase selanjutnya ialah pemilihan presiden. Di fase kedua ini, dua partai politik dengan masing-masing capresnya dijagokan untuk juara yakni PDIP dengan Jokowi dan Gerindra dengan Prabowo.Dalam pileg lalu, berdasarkan hasil hitung cepat, dua partai ini menempati posisi empat besar peraup suara terbanyak bersanding bersama Golkar dan Demokrat. Namun, hanya PDIP dan Gerindra yang kini tengah menjadi sorotan di sektor bisnis karena figur …

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik di antara pengusaha dengan buruh terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) terus berlanjut. Beberapa perusahaan mengkhawatirkan UMP yang dituntut buruh dan sempat menolak.

Menanggapi tejadinya silang pendapat mengenai penetapan tingkat upah itu, anggota Komisi VI DPR RI, Yan Herizal mendesak agar penetapan upah tidak sampai menggangu dunia investasi di Indonesia.

“Jika tidak hati-hati dalam menetapkan tingkatan upah itu, maka dikhawatirkan akan berdampak buruk pada dunia investasi,” kata Yan dalam ketarangannya di Jakarta Senin (27/11/2012).

Politisi PKS itu menilai kenaikan upah di satu sisi berdampak baik bagi pemenuhan kebutuhan para buruh agar hidup lebih layak.

Namun di sisi lain, kenaikan upah yang terlalu tinggi bisa berdampak buruk bagi tingkat investasi, jika tidak diikuti dengan perbaikan sistem oleh pemerintah.

“Bisa saja dengan adanya kenaikan upah yang dianggap terlalu tinggi, membuat kalangan investor tidak nyaman menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi sejak dulu telah terbangun persepsi berinvestasi di Indonesia itu berbiaya tinggi (high cost) akibat maraknya pungutan liar,”katanya.

Untuk masa mendatang,Yan menambahkan, perbaikan sistem yang menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi itu harus menjadi prioritas diselesaikan.

Selain itu, sebagai konsekuensi kenaikan upah itu, maka beberapa sektor kemungkinan akan terkena dampak pembiayaan, seperti perkebunan, ritel dan infrastruktur seperti jalan tol.

“Sektor perkebunan akan menanggung dampak paling parah dengan kenaikan upah minimum yang tinggi. Sebab, di sektor perkebunan, komponen biaya karyawan mencapai 30 persen. Padahal, di sisi lain, sektor itu juga sedang kesulitan menaikan harga produknya,” jelasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...