Pengacara Bersikeras Tunggu Amar Putusan MA Eksekusi Susno

Jakarta (ANTARA) - Pengacara Komjen Purnawirawan Pol Susno Duadji, Fredrich Yunadi, mengatakan pihaknya bersikukuh bahwa Kejaksaan Agung tidak bisa melakukan eksekusi terhadap kliennya sebelum ada amar putusan dari Mahkamah Agung (MA).

"Balik ke prinsip bahwa tidak bisa laksanakan eksekusi sebelum ada amar putusan dari MA," tegasnya saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Fredrich beralasan, eksekusi yang gagal dilaksanakan pada Rabu (24/4) lalu dilakukan di kediaman kliennya di Bandung, tidak sah karena merupakan amar putusan jaksa, bukan dari MA. Sementara, putusan MA justru tidak menyebutkan adanya hukuman penjara sehingga eksekusi tidak bisa dilakukan.

Dia juga menjelaskan putusan MA hanya menolak kasasi terdakwa Susno dan membebankan biaya perkara Rp2.500, tanpa menyebutkan bahwa Susno harus ditahan.

Menurut Fredrich, pihaknya akan mengikuti proses peradilan sesuai dengan amar putusan MA. Dia juga menegaskan akan terus melawan terjadinya eksekusi jika hanya berlandaskan putusan jaksa.

"Maka kita lawan terus, jaksa tidak bisa lakukan (eksekusi) di luar amar putusan. Tetapi kalau putusannya ada, kami laksanakan," katanya.

Dalam putusan perkara nomor perkara 899 K/PID.SUS/2012 tertanggal 22 November 2012, MA menguatkan putusan PN Jaksel dan PT DKI Jakarta, bahwa Susno terbukti bersalah dalam pidana korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

Susno diganjar hukuman tiga tahun enam bulan penjara. Ia terbukti menyalahgunakan wewenang saat menjabat Kabareskrim, ketika menangani kasus Arowana dengan menerima hadiah Rp500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus itu.

Pengadilan juga menyatakan Susno terbukti memangkas Rp4.208.898.749 yang merupakan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat saat menjabat Kapolda Jabar pada 2008 untuk kepentingan pribadi.

Susno mulai ditahan Polri pada 10 Mei 2010. Ia dikeluarkan demi hukum dari tahanan saat masih proses persidangan di PN Jaksel 18 Februari 2011 karena masa perpanjangan penahanannya sebagai terdakwa berakhir. Pihak Susno sendiri bersikukuh di dalam putusan MA itu tidak ada perintah melakukan penahanan.

Kejaksaan Agung menyatakan eksekusi akan dijadwal ulang, meski belum menyebutkan rincian waktunya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.