Pengacara Buka Isi Percakapan Brigadir J dan Kekasih, Ada Ancaman dari Squad Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J mengalami tiga kali ancaman oleh squad Ferdy Sambo dalam sebulan. Dalam rentang itu, Brigadir J mengalami ancaman akan dihabisi.

"Kemudian ada juga sudah saya berikan ke JPU, ancaman-ancaman yang dialami oleh almarhum tanggal 19 Juni, tanggal 21 Juni, maupun tanggal 7 Juli. Jadi kurang lebih sebulan dia diancam akan dihabisi oleh squad-squad lama," ujar pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak saat bersaksi dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa kemudian mempertanyakan dari mana pengacara tahu ada ancaman tersebut. Dijawab Kamaruddin, informasi itu berasal dari percakapan Brigadir J, bersama kekasihnya Vera Maretha Simanjuntak.

"Saya membuka percakapan dari pada almarhum dengan kekasihnya, saksi Vera," kata Kamaruddin.

"Kami barusan periksa saksi Vera, saksi vera hanya menjelaskan pengancaman didapat oleh korban yaitu tanggal 7 Juli," tanya hakim Wahyu kembali.

"Ada tanggal 11 Yang Mulia. Ini saya dapat dari handphonenya," balas Kamaruddin.

Kamaruddin menjelaskan, soal pengancaman ini telah tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Kamaruddin pun meminta hakim membaca ulang kesaksian Vera yang dibuat di Polda Jambi berdasarkan BAP. Bahkan, kesaksian itu dibuat di tengah tekanan seorang Brigjen karena ingin menguasai isi handphone terkait percakapan Vera dan Brigadir J.

"Mohon dibaca ulang BAP dari pada saksi Vera Simanjuntak yang dibuat di Polda Jambi karena atas kesaksian itu saya berdebat dengan seorang Brigjen atas nama Agus, karena mereka terus berusaha menguasai isi handphone itu tanpa mau menuliskan isi berita acara dari pada yang ada dalam handphone itu. Sehingga saya mengatakan saya tidak percaya sama kalian. Dan itu tangan saya yang mulia yang menuliskan sendiri," kata Kamaruddin.

Pengancam Brigadir J Ternyata Tersangka KM Si Kuat Bukan Skuad Lama

Sosok Squad Sambo sebelumnya pernah diungkap Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. Menurut dia, 'Skuad' yang mengancam akan membunuh Brigadir J ternyata adalah sopir dan ART istri Irjen Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI.

"Kami komunikasi dengan Vera (pacar Brigadir J) keterangan cukup detail salah satu intinya bahwa betul tanggal 7 malam kan kematian tanggal 8, memang tanggal 7 ada ancaman pembunuhan," kata Choirul Anam.

Lebih lanjut, Choirul Anam memaparkan, bahwa Brigadir J dilarang bertemu dengan Putri Candrawathi yang pada saat itu berada di lantai atas, karena akan membuat istri Ferdy Sambo sakit. Jika Brigadir J nekat naik keatas, maka diancam akan dibunuh.

"Jadi Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P karena membuat ibu P sakit, kalau naik ke atas akan dibunuh. Jadi komunikasi tanggal 7 malam," ungkapnya.

Mendapat informasi tersebut, Komnas HAM terus menggali, siapa yang memberikan ancaman pembunuhan tersebut. Kala itu, Vera menyebut ancaman berasal dari 'skuad'. Tapi Vera tidak tahu siapa yang dimaksud dengan 'skuad' yang mengancam Yosua.

"Siapa yang melakukan? Vera bilang oleh skuad. Skuad ini siapa, apa ADC apa penjaga, sama sama tidak tahu, saya juga tidak tahu," terang Anam.

"Ujungnya nanti kita tahu bahwa skuad yang dimaksud itu adalah Kuat Ma'ruf. Si Kuat, bukan skuad penjaga ternyata," sambungnya. [gil]