Pengacara Djoko Susilo Bantah Mengulur Waktu  

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Djoko Susilo, Juniver Girsang, membantah mengulur waktu pemeriksaan perkara kasus dugaan korupsi proyek simulator surat izin mengemudi atas diajukannya permintaan fatwa ke Mahkamah Agung. Ia mengatakan, permintaan fatwa hanya untuk memutuskan siapa yang berhak menangani kasus tersebut.

"Tidak ada itu mengulur-ulur waktu, kami minta Mahkamah Agung untuk memutuskan kejelasan siapa yang berwenang," kata Juniver saat dihubungi Tempo, Ahad, 30 September 2012.

Kubu Djoko Susilo pun enggan disebut bandel atas panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pengajuan fatwa itu, kata Juniver, justru untuk memperjelas siapa yang berwenang memeriksa Djoko. "Kalau sudah ditetapkan, kami akan sangat kooperatif dalam pemeriksaan," katanya.

Sebelumnya, juru bicara Mahkamah Agung, Djoko Sarwoko, mengatakan akan menolak surat permohonan fatwa tersebut. Sebab, yang berwenang meminta fatwa, kata Djoko, adalah lembaga negara demi kepentingan umum. "Perkara ini yang mengajukan fatwa kuasa hukumnya," kata Djoko.

Inspektur Djoko Susilo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Jumat lalu, dalam pemeriksaannya yang pertama, Djoko mangkir. Menurut pengacaranya, Hotma Sitompul, absennya Djoko karena adanya dualisme penyidikan. Bukan hanya KPK, Markas Besar Kepolisian juga memeriksa perkara yang sama. Bedanya, status Djoko Susilo di kepolisian sebagai saksi.

Meski mengaku tidak mengulur waktu pemeriksaan, Juniver juga belum bisa memastikan kehadiran kliennya pada panggilan KPK Jumat pekan depan. Dia mengatakan, kubunya akan menunggu dulu balasan dari Mahkamah Agung yang menetapkan lembaga mana yang berwenang. "Hadir atau tidak, kami tunggu balasan Mahkamah Agung," ujarnya.

AYU PRIMA SANDI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.