Pengacara Elda: Pertemuan di Medan Inisiatif Luthfi Hasan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono pernah melakukan pertemuan dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq untuk membicarakan perbedaan data yang dimiliki Kementan dan Asosiasi Benih Indonesia impor daging sapi.

Menurut Pengacara Elda Devianne Adiningrat, John Pieter Nazar, pertemuan yang diinisiasi Luthfi Hasan itu tidak dihadiri kliennya yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Benih Indonesia. 

"Pertemuan di Medan itu ada. Tapi Bu Elda tidak hadir di restoran (tempat pertemuan). Cuma ikut ke Medan karena diajak menemani Ibu Elisabeth (Dirut PT Indoguna)," kata John Pieter saat mendampingi kliennya diperiksa  KPK, Jakarta, Kamis (21/2/2013). 

Terkait pertemuan ini, Mentan Suswono usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu juga mengakui pertemuan dirinya dengan Luthfi Hasan Ishaaq di Medan terkait kasus suap pengurusan kuota impor daging di Kementerian yang dipimpinnya.

Pengacara tersangka Luthfi, Mohammad Assegaf juga mengakui bahwa kliennya pernah berdiskusi dengan Mentan Suswono, Ahmad Fathanah, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman dan mantan Ketua Umum Asosiasi Benih Indonesia Elda Devianne Adiningrat untuk membahas kuota impor daging sapi, pertemuan dilakukan pada Januari 2013.

Namun, Pembicaraan di Medan menurut Assegaf berasal dari inisiatif Elisabeth yang saat itu mewakili asosiasi perdagangan untuk membawa data kuota impor daging sapi namun karena datanya tidak cocok dengan data versi Kementerian Pertanian, Elisabeth meminta bertemu dengan Suswono agar dilakukan uji publik.

Pada kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka mereka adalah Luthfi Hasan Ishaaq, orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah, serta dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

KPK menyita barang bukti berupa uang  senilai Rp 1 miliar sebagai nilai komitmen awal untuk mengamankan komitmen kuota daging sapi, uang itu merupakan bagian nilai suap seluruhnya diduga mencapai Rp 40 miliar dengan perhitungan 'commitment fee' per kilogram daging adalah Rp 5 ribu dengan PT Indoguna meminta kuota impor hingga 8 ribu ton.

Uang Rp 1 miliar itu ditemukan saat terjadi penangkapan terhadap Ahmad Fathanah dan seorang perempuan bernama Maharani di satu hotel di Jakarta pada 29 Januari 2013, saat ditemukan uang tersebut telah terbagi tiga bagian yaitu Rp 980 juta di dalam mobil Ahmad Fathanah, Rp 10 juta di dompet pria tersebut dan sisanya diduga diberikan kepada Maharani.

(Edwin Firdaus)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.