Pengacara: Habib Rizieq Berkeringat Baca Eksepsi, tapi Santun

Agus Rahmat, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVAHabib Rizieq Shihab menjalani sidang kasus pelanggaran protokol kesehatan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Jumat, 26 Maret 2021. Agendanya, adalah pembacaan eksepsi atau nota pembelaan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Kuasa hukum Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah mengatakan kliennya tersebut membacakan sendiri nota pembelaannya. Menurut dia, Habib Rizieq mengikuti sidang dengan santun dan kooperatif.

“Sangat kooperatif, tertib dan sangat santun. Hanya berkeringat karena banyak membaca,” kata Alamsyah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Impor Beras, Hentikan Perdebatan

Ia mengatakan, Habib Rizieq telah membacakan eksepsi untuk perkara kerumunan Petamburan, Megamendung dan menghalangi Satgas COVID-19 Kota Bogor di RS Ummi Kota Bogor. Sementara, ke depan sidang akan tetap digelar secara offline.

Sebelumnya, Habib Muhammad Rizieq Shihab mengaku tidak pernah mengundang simpatisan menyambut kedatangannya dari Arab Saudi di Bandar Udara Soekarno-Hatta pada November 2020. Selain itu, ia membantah mengundang acara di Markaz Syariah Megamendung.

“Di Megamendung, dia tidak pernah mengundang orang. Jadi di Megamendung dia tak pernah tahu seramai itu. Cuma mereka tahu Habib Rizieq mau ke sana, tiba-tiba jalan penuh,” kata Kuasa Hukum Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah.

Kemudian, Habib Rizieq juga menyebut ketika pulang dari Arab Saudi ke Indonesia tidak pernah mengundang masyarakat untuk menjemput dan menyambutnya di Bandara Soekarno-Hatta.

“Jadi waktu ke Soekarno-Hatta pun Habib Rizieq bersumpah, Demi Allah saya tak pernah ngundang orang begitu saya datang. Itu orang menyambut,” ujarnya.

Untuk itu, Alamsyah mengatakan Habib Rizieq minta keadilan kepada penegak hukum agar kasus kerumunan yang didakwakan kepadanya juga diterapkan terhadap seluruh peristiwa kerumunan yang terjadi di Indonesia.

“Apabila itu tidak dijadikan proses hukum, dia minta persamaan hak dihadapan hukum supaya dia dakwaan itu dibatalkan dan dibebaskan. Dia minta keadilan di sana,” jelas dia.