Pengacara Habib Rizieq Minta Sidang Digelar Langsung di PN Jaktim

Dedy Priatmojo, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Azis Yanuar menginginkan sidang perdana kasus dugaan protokol kesehatan Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawan digelar secara tatap muka di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa, 16 Maret 2021.

“Kami meminta HRS dkk diajukan ke pengadilan secara langsung,” kata Azis kepada VIVA pada Senin, 15 Maret 2021.

Alasannya, kata Azis, proses persidangan dilakukan di pengadilan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Namun, ia akan tetap mengikuti sidang perdana Habib Rizieq Shihab yang akan digelar hari ini. “Selanjutnya kita lihat besok (red-hari ini),” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan pihaknya akan siapkan pengamanan untuk jalannya proses sidang perdana kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawan pada Selasa, 16 Maret 2021.

“Sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sidang dilakukan secara virtual, tapi Polri siapkan kekuatan pasukan untuk pengamanan di PN Jakarta Timur,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Senin, 15 Maret 2021.

Menurut dia, ada sekitar 658 personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang akan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan sidang Habib Muhammad Rizieq Shihab pada esok hari.

“Sekali lagi, sidang secara virtual sehingga masyarakat harus memahami,” ujarnya.

Oleh karena itu, Rusdi mengimbau kepada para simpatisan Habib Rizieq agar mengikuti sidang secara virtual untuk menjalankan protokol kesehatan COVID-19. “Jadi, masyarakat agar mengikuti itu. MRS (Muhammad Rizieq Shihab) tetap ada di Bareskrim. Kegiatan di PN Jaktim,” jelas dia.

ada tiga kasus tindak pidana kekarantinaan kesehatan yang menyeret Habib Rizieq. Pertama, kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, Habib Rizieq dijadikan tersangka bersama Haris Ubaidillah (HU), Maman Suryadi (MS), Ahmad Sobri Lubis (ASL), Habib Idrus (I), dan Muhammad Hanif Alatas (MHA).

Sementara, Habib Rizieq dikenakan Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun tersangka HU, MS, MHA, ASL dan I dijerat Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, Habib Rizieq ditetapkan tersangka kasus protokol kesehatan di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Dalam kasus ini, Habi Rizieq dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 216 KUHP.

Selanjutnya, Habib Rizieq bersama Direktur RS Ummi dokter Andi Tatat dan Muhammad Hanif Alatas (MHA) dijadikan tersangka lagi dalam kasus dugaan menghalangi penanganan wabah penyakit menular di Rumah Sakit (RS) Ummi Kota Bogor.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka melanggar Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.