Pengacara Keluarga Brigadir J Mengaku Tak Diizinkan Lihat Rekonstruksi Pembunuhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengacara Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Komaruddin Simanjuntak dan Johnson Panjaitan mengaku tak diizinkan melihat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Rekonstruksi digelar di rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Komaruddin menilai, rekonstruksi pembunuhan Brigadir J tidak transparansi secara hukum. Padahal, dia dan koleganya Johnson sudah mendatangi lokasi rekonstruksi sejak pagi.

"Kami datang dari jam 8 pagi dan tidak diizinkan masuk, equality of law-nya mana?" kata Komaruddin, Selasa (30/8).

Johnson juga menegaskan hal serupa. Dia mengatakan, hukum yang akuntabel harus berpihak kepada korban. Namun, pada rekonstruksi ini, pihak pengacara korban tidak mendapatkan akses masuk.

"Kalau hukum, tanya hukum yang akuntabel apa ada yang enggak berpihak sama korban? Sedangkan pengacara tersangka boleh masuk," tutur Johnson.

Johnson mengancam akan melaporkan tindakan pelarangan oleh tim penyidik ke Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam Mahfud MD. Kini,Johnson dan Kamaruddin memilih pulang.

"Kita akan segera laporkan ke Presiden dan Menkopolhukam," tegasnya.

Rekonstruksi di 3 Lokasi

Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat akan dilakukan di tiga lokasi. Pertama, rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Di lokasi ini Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan Brigadir J.

Lokasi kedua yakni di rumah dinas Ferdy Sambo yang terletak di Duren Tiga. Di rumah ini, Brigadir J ditembak hingga tewas. Jarak antara rumah dinas dan pribadi Ferdy Sambo hanya sekitar 300 meter.

Sementara lokasi rekonstruksi ketiga belum diumumkan. Dalam rekonstruksi ini, hadir tim jaksa penuntut umum, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Penembakan Brigadir J

Brigadir J tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.

Polisi awalnya menyebutkan Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E atau Richard Eliezer Pudhiang Lumiu. Belakangan, polisi meralat pernyataan tersebut.

Polisi mengatakan, Brigadir J justru tewas akibat ditembak Bharada E. Penembakan ini atas perintah dari Irjen Ferdy Sambo. Diduga, Irjen Ferdy Sambo juga ikut menembak Brigadir J sebanyak dua kali.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir RR atau Ricky Rizal, KM atau Kuat Ma’ruf, dan istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi.

Dari lima tersangka, empat di antaranya disangkakan dengan pasal pembunuhan berencana, yakni Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Empat tersangka ini ialah Irjen Ferdy Sambp, Putri Candrawathi, Brigadir RR, dan KM. Sedangkan Bharada E dikenakan Pasal 338 KUHP Juncto pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [tin]