Pengacara Kerap Bilang Lukas Enembe Sakit, KPK: Ternyata Tak Seperti yang Dinarasikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kubu Lukas justru kerap kali membangun narasi dengan kondisinya yang tidak sehat bahkan ingin berobat ke Singapura sehingga belum sempat ditahan oleh KPK.

Lukas telah ditetapkan sebagai tersangka sejak September 2022 lalu. Bahkan dalam narasi sakitnya Lukas, Penasihat hukum (PH) bahan sempat mengancam hingga akhirnya Lukas terakhir kali muncul ke ruang publik dengan peresmian Kantor Gubernur Papua.

"Ternyata kemudian kan tersangka LE (Lukas) muncul di ruang publik dalam keadaan yang teman-teman bisa lihat. Tidak seperti yang dinarasikan," ungkap Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

"Dan bahkan tanda kutip diancamkan oleh penasehat hukumnya, bahwa mengatakan KPK harus bertanggung jawab bila kemudian tersangka (LE) meninggal dunia, karena tidak memenuhi permohonan untuk berobat ke Singapura," sambungnya.

Fikri juga mengatakan, pihaknya tidak mudah terkecoh dengan narasi akan sakitnya Gubernur Papua meskipun sempat membuat permohonan untuk berobat ke Singapura.

"Tetapi faktanya kan sebaliknya, sehingga KPK juga kemudian memiliki argumentasi lain. Tidak memenuhi itu semua, kan begitu. Bahkan kemudian kita langsung, tinjau langsung secara faktual bagaimana keadaan kondisi kesehatan dari tersangka LE," kata Ali.

Kini, kata Fikri, Lukas telah meninggalkan tanah Papua dan sedang dalam perjalanan ke Jakarta. Sebelumnya, Lukas sempat ditangkap di sebuah rumah makan di Jayapura Papua pada hari ini, Selasa (10/1).

Kemudian, Lukas akan diperiksa terlebih dahulu terkait kondisi kesehatan dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan.

"Karena ketika tersangka bahkan saksi pun ketika dilakukan pemeriksaan pasti juga kemudian kami lakukan pemeriksaan kesehatannya," ujar Ali.

"Termasuk ketika seorang tersangka akan dilakukan penahanan, pasti kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter KPK," tambah dia. [eko]