Pengacara Nazaruddin: Anas Jelas Terlibat

TEMPO.CO , Jakarta: Pengacara mantan Bendahara Umum Partai Demokrat OC Kaligis mengatakan keterlibatan Anas Urbaningrum dalam proyek Hambalang dan wisma atlet sudah cukup jelas. Dia KPK seharusnya sudah menjerat Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. "Peran Anas bagi saya sudah cukup jelas berdasarkan keterangan saksi dan fakta persidangan," ujarnya kepada Tempo, Ahad, 9 Desember 2012.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dalam sidang kasus wisma atlet dengan terdakwa M Nazaruddin, menurut OC, ada tujuh saksi yang menggambarkan peran Anas Urbaningrum. Ketujuh saksi itu adalah mantan sopir operasional keuangan PT Anugerah Nusantara Hery Suhendar dan Hidayat, mantan Manajer SDM Grup PT Permai Ferdian Rico Baskoro , mantan sopir M. Nazaruddin Aan Ihyauddin, mantan Wakil Direktur Keuangan PT Grup Permai Yulianis, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina, dan Nurhasyim yang merupakan adik M Nazaruddin. "Kesaksian mereka dibawah sumpah," katanya.

Kata OC, kesaksian Aan Ihyaudin menegaskan cerita kliennya soal aliran dana Hambalang ke Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Aan adalah salah satu supir yang mengantar 19 dus uang yang diambil dari Grup Permai untuk memenangkan kursi orang nomor satu di partai berlambang bintang bersudut tiga itu. "Selain itu ada juga kesaksian Yulianis dan Rosa yang membenarkan pengiriman dan pemberian uang ini ke kongres," katanya.

Anas, menurut OC, juga disebut menerima uang senilai US $ 1 juta dari M Nazaruddin. Uang ini diberikan melalui supir pribadi Anas, Yadi. "Itu kesaksian dari Herry Sunandar," katanya. Selain, itu pemberian tiga buah mobil dari PT Anugrah kepada Anas juga merupakan bukti yang bisa menjelaskan keterlibatan Anas. "Ada tiga mobil yang diberikan, itu tidak bisa dielakan karena dokumennya juga sudah ada," katanya.

Adapun Pengacara Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, mengaku tak heran dengan celotehan Pengacara M Nazaruddin, OC Kaligis, soal keterlibatan kliennya. Tujuh saksi yang disebut Kaligis membeberkan keterlibatan Anas tak lebih karena menuruti perintah dari M Nazaruddin yang merupakan atasannya. "Itu kan saksi-saksinya Nazar semua. Itu karyawan Permai Grup semua. Karyawan itu kan harus setia pada atasannya," ujarnya ketika dihubungi Tempo, Ahad, 9 Desember 2012.

FEBRIYAN

Berita terkait

SBY Kumpulkan Pengurus Demokrat di Cikeas 

Mubarok Akui Partai Demokrat Semrawut

Sutan: Anas Tersangka, Badai Demokrat

Andi Mundur, SBY Diminta Tangani Muhaimin  

Andi Tersangka, Anas Urbaningrum Sedih  

Kata Pengamat: Andi Tersangka, SBY Galau 3 Kali  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.