Pengacara Nilai Tindakan Bharada E adalah Pahlawan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengacara Bharada E (Elaizer), Andreas Nahot Silitonga menganggap sosok Bharada E merupakan pahlawan karena telah melindungi istri Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Namun banyak pihak yang justru meyudutkannya.

"Karena buat saya pribadi, kalau ada orang seperti itu (Bharada E), lindungi keluarga saya, dia adalah pahlawan," kata Andreas di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (1/8).

Menurut Andreas, tindakan yang dilakukan oleh Bharada E guna menyelamatkan Putri merupakan tindakan mulia.

"Katakanlah dalam proses tembak menembak cuma satu yang bisa hidup, katakanlah seperti itu, either dia atau yang lainnya. Kebetulan dia yang selamat, dan faktanya terjadi juga pelecehan seksual. Terus kita mau hakimi yang selamatkan ini gitu?" ujarnya.

Ia menilai kejadian tembak memang benar adanya. Menurutnya kejadian tersebut bisa dipertanggungjawabkan karena sedang melindungi seseorang.

"Iya (ada tembak menembak) sudah disampaikan ke mana-mana, dan tidak ada perubahan. Ini bisa dipertanggungjawabkan," ujar Andreas.

Ia juga turut menyayangkan pihak-pihak yang menurutnya tidak kompeten di bidangnya justru membuat penghakiman tersendiri.

"Banyak sekali orang yang bukan pada bidangnya menyampaikan pendapat yang sudah seakan-akan benar, sehingga klien kami sudah seperti dihakimi," tandas kuasa hukum Bharada E.

Selain itu pihaknya akan tetap terus mengikuti proses hukum yang berlaku, namun dalam hal ini ia menegaskan proses hukum yang seadil adilnya.

"Kita ikuti proses hukum dan tampil apa adanya dan dengan siap memberikan keputusan hukum oleh hakim nanti, bukan keadilan yang seperti dijalanan," ujarnya.

Andreas menyampaikan, pihaknya kini akan fokus untuk mendapatkan bukti-bukti yang dinilai kuat.

"Kami berfokus untuk melakukan pembelaan terhadap hukumnya, dan Richard Eleizer juga akan selalu kooperatif dan akan selalu konsisten karena kebenaran itu juga akan muncul," tutup Andreas.

Sekedar informasi kasus baku tembak yang terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB, turut melibatkan Brigadir J yang tewas akibat tembakan.

Seperti diketahui, dua laporan kasus polisi tembak polisi ditangani oleh Polda Metro. Laporan pertama berkenaan dengan dugaan pelecehan seksual atau pencabulan. Sedangkan laporan kedua berkaitan dugaan pengancaman dan kekerasan serta percobaan pembunuhan. Kini laporan itu dilimpahkan ke Mabes Polri.

Sementara kasus yang ditangani oleh Bareskrim Polri berkenaan dengan dugaan percobaan pembunuhan dan penganiayaan yang dilaporkan oleh kuasa hukum keluarga Briptu Nopryansah Yosua Hutabarat. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel