Pengacara protes Jamal dibawa ke Polres Jakbar malam hari

MERDEKA.COM. Tim kuasa hukum sopir angkot KWK-U 10, Jamal bin Samsuri (37) mengaku keberatan atas tindakan polisi yang membawa kliennya secara mendadak ke Mapolres Jakarta Barat. Tim kuasa hukum yang berasal dari LBH Mawar Saron, pimpinan pengacara Hotma Sitompul itu juga menyayangkan waktu yang dipilih polisi untuk membawa Jamal, yakni pada malam hari.

"Kami menanggapi hal ini sebagai suatu hal yang biasa dilakukan oleh kepolisian, namun sedikit keberatan apabila dilakukan pada malam hari," ujar salah seorang kuasa hukum Jamal, Jefri Moses Kam kepada merdeka.com, Rabu (12/2).

Jefri menambahkan, dengan dibawanya kliennya pada malam hari, tentu akan mengganggu kesehatan Jamal. Ditambah lagi dengan tidak jelasnya tujuan Jamal dibawa ke Mapolres Jakarta Barat.

"Apalagi dengan tidak dijelaskannya sejak awal mengenai tujuan dari dipanggilnya Jamal ke Polres Jakbar."

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (12/2) malam, pukul 21.00 WIB, Jamal dibawa ke Krimum Polres Metro Jakarta Barat. Sejumlah pimpinan dari Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya, yang terdiri dari Direktur Reserse dan Kriminal Polda Metro Jaya Kombes Toni Hermanto dan Kepala Subdirektorat Umum Ajun Komisaris Besar Helmi Santika sedang menyamakan persepsi mengenai ada tidaknya tindak pidana lain.

Namun setelah lebih dari dua jam berada di Mapolres Jakarta Barat, Jamal yang dijerat dengan pasal 283 Jo pasal 310 ayat (4) UU No : 22 Th 2009 tentang UULAJ tidak kunjung diwawancarai atau dimintai keterangan oleh polisi.

Jefri mengatakan, selama di Polres Jakarta Barat, LBH Mawar Saron terus mendampingi kliennya tersebut hingga Jamal dikembalikan ke kantor Satlantas Jakarta Barat di Daan Mogot.

"Selama 2 jam lebih Jamal tidak diapa-apakan, hanya menunggu di ruang terpisah dengan didampingi kami dari LBH Mawar Saron."

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.