Pengacara Rakyat Gugat Freeport Terkait Tragedi Longsor

Jakarta (ANTARA) - Serikat Pengacara Rakyat (SPR) melakukan gugatan warga negara (citizen law suit) terhadap PT Freeport Indonesia dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait tragedi terowongan longsor di Tembagapura, Papua 14 Mei 2013.

Gugatan tersebut diajukan oleh FX Arief Poyuono dan Satya Wijayantara yang mendesak Presiden untuk membatalkan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

"Tragedi terowongan longsor tersebut sangat memprihatinkan karena merupakan salah satu insiden kecelakaan terburuk yang pernah terjadi di Indonesia," kata kuasa hukum penggugat, Habiburokhman, saat mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.

Yang lebih memprihatinkan, katanya, adalah sikap pemerintah dan PT Freeport yang terkesan tertutup, lamban dan tidak melakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan para korban yang hingga saat ini masih terperangkap di lokasi runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan.

"PT Freeport maupun pemerintah sama-sama layak digugat ke pengadilan karena telah lalai menjalankan kewajibannya hingga terjadi terowongan longsor ini," jelasnya.

Penggugat menilai pemerintah dan PT Freeport telah melanggar Pasal 86 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Untuk itu, kata Habib, meminta agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dapat memutuskan untuk menghukum pemerintah c.q. presiden RI untuk membatalkan kontrak karya PT Freeport.

"Konsekuensi hukum dari pelanggaran tersebut adalah pencabutan izin operasi dan denda," kata Habib.

Penggugat juga meminta pengadilan menghukum PT Freeport untuk memberikan santunan masing-masing Rp50 miliar untuk korban meninggal dunia, dan Rp25 miliar untuk korban selamat.

Selain itu juga meminta pengadilan menghukum para tergugat untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dengan memasang iklan permintaan maaf di enam stasiun TV nasional, enam surat kabar nasional, enam portal berita nasional, dan enam stasiun radio.

Habib menambahkan bahwa gugatan ini diajukan agar peristiwa ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pada 14 Mei terjadi insiden longsornya area fasilitas pelatihan Freeport dan menyebabkan 38 pekerjanya menjadi korban.

Hingga Senin ini telah ditemukan 11 orang tewas dan 10 dinyatakan selamat dari peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, masih ada pekerja yang belum dapat dikeluarkan dari reruntuhan sekitar 17 pekerja lagi.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.