Pengacara Sebut Saksi Ini Akan Ungkap Fakta Kasus yang Jerat Nurhadi

Bayu Nugraha, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Muhammad Rudjito, penasihat hukum mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, dan menantunya, Rezky Herbiyono, menegaskan perkara dugaan suap dan gratifikasi tidak ada hubungannya dengan kliennya yakni, Nurhadi.

Rudjito mengklaim, sesuai kesaksian Muhammad Bashori kalau Hiendra Seonjoto yang merupakan Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT), dizalimi.

"Perkara ini tidak ada hubungannya dengan Pak Nurhadi. Kemudian juga beliau menyampaikan bahwa Hiendra dikaitkan dengan perkara ini karena merasa dizalimi," kata Rudjito di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020.

Rudjito menuturkan, perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Nurhadi dan Rezky akan menjadi terang pada kesaksian Hiendra Soenjoto. Sebab, Hiendra juga terjerat dalam perkara ini.

"Semua persoalan ini nanti akan diungkapkan ketika Hiendra akan menjadi saksi, karena faktanya dia yang mengetahui," kata Rudjito.

Terkait nama Maqdir yang disebut oleh Bashori dalam persidangan, sambung Rudjito, suara tersebut tidak identik dengan rekannya Maqdir Ismail yang juga merupakan pengacara dari Nurhadi dan Rezky.

"Ternyata menurut beliau kan tidak identik ya, menurut beliau tidak identik. Yang paling tahu adalah saudara saksi mendengarkan apakah itu suara Pak Maqdir atau tidak. Tapi ketika Pak Maqdir berbicara itu saat memberikan keterangan tidak identik," tutur Rudjito. (ase)

Baca juga: Nurhadi Klaim Renovasi Rumah Miliaran Rupiah dari Usaha Burung Walet