Pengacara soal Permintaan Maaf Ferdy Sambo: Semoga Kebenaran Terungkap di Persidangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Febri Diansyah mengatakan, fakta-fakta kasus pembunuhan berencana dan Obstruction of Justice (OOJ) terkait kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat masih perlu dibuktikan dalam persidangan. Febri berharap semua pihak dapat melihat permintaan maaf dan penyesalan diungkapkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam persidangan digelar hari ini.

"Jadi kami ingin mengajak kita semua untuk berfokus pada permintaan maaf dan rasa penyesalan yang sangat emosional tersebut. Semoga kebenaran nanti terungkap di persidangan," kata Febri saat jeda sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelumnya menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak. Menurut Febri, yang perlu digarisbawahi dari pernyataan kliennya tersebut adalah rasa penyesalan yang tersulut dari emosi.

"Poin yang paling utama adalah rasa menyesal karena sangat emosional pada saat itu, tidak bisa kontrol emosi pada saat itu," ujar Febri.

Poin kedua, kata Febri, yakni permintaan maaf kliennya kepada pihak keluarga korban. Sebagai mana dijelaskan selaku sesama orang tua pasti turut merasakan.

"Dalam relasi manusia sesama manusia, ataupun sebagai ayah dan ibu karena tadi yang disampaikan oleh bapak dan ibu juga seperti itu dari kedua belah pihak," tuturnya.

Permintaan Maaf Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Sebelumnya, Ferdy Sambo untuk pertama kalinya berhadapan langsung dengan orangtua Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat menjadi saksi di persidangan Sambo terkait kematian Brigadir J.

Usai mendengar kesaksian orangtua Brigadir J, Sambo menyampaikan permohonan maafnya pada Rosti dan Samuel.

"Bapak dan Ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan bapak. Saya mohon maaf atas apa yang telah diperbuat/dilakukan," kata Sambo dari tempat duduknya sambil memegang mic, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Sambo mengaku menyesal karena saat itu tidak mampu mengontrol emosinya dan tak berpikir jernih. Tetapi, dia berdalih kemarahan tak terbendung itu juga buntut dari ulah Yosua pada istrinya, Putri Candrawathi. [gil]