Pengadaan Vaksin COVID-19, Erick Thohir: Yang Mampu Harus Bayar

Hardani Triyoga, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pengadaan vaksin COVID-19. Pemberian vaksin ini diharapkan mampu menjadi upaya untuk menekan angka penularan virus COVID-19.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19, Erick Thohir, yang hadir secara virtual di Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Pemda DIY yang digelar Selasa, 27 Oktober 2020, menyebut nantinya akan ada dua program vaksinasi bagi masyarakat.

Erick merinci, pemerintah akan menanggung biaya vaksin bagi masyarakat yang masuk kategori tak mampu. Sementara itu, bagi masyarakat yang mampu, Erick menyebut harus membayar jika ingin divaksin.

"Insha Allah vaksin sendiri ada dua program. Vaksin bantuan pemerintah gratis untuk yang membutuhkan, yang berkurang secara ekonomi," kata Erick.

Dia mengingatkan agar masyarakat yang mampu jangan ikut-ikutan demi vaksin gratis.

"Tetapi tentu yang middle class, orang-orang yang punya duit dibayarkan saja. Jangan ikutan yang kurang mampu. Yang mampu harus bayar sendiri," ujar Erick.

Menteri BUMN ini menyebutkan jika program vaksin gratis bagi dan berbayar tak hanya diterapkan di Indonesia. Jika melihat negara lain, lanjut Erick, banyak pula yang menerapkan program seperti Indonesia.

Erick menambahkan, terkait pengadaan vaksin COVID-19, Indonesia tidak boleh tertinggal dibandingkan negara yang lain. Erick mencontohkan di Eropa, sejumlah negara sudah menentukan merek vaksin yang akan digunakan dan bahkan telah dibayar. (art)

Baca Juga: Debat Panas, Rocky Gerung Vs Tenaga Ahli KSP soal Vaksin Asal China