Pengadilan Israel sidangkan permintaan Amnesti Internasional cabut lisensi ekspor NSO

Oleh Steven Scheer

JERUSALEM (Reuters) - Amnesti Internasional akan meminta pengadilan Israel pada Kamis untuk memerintahkan Israel mencabut lisensi ekspor NSO Group, yang piranti lunaknya diduga telah digunakan oleh berbagai pemerintah untuk memata-matai wartawan dan pembangkang.

Amnesti Internasional sudah mengatakan Selasa lalu bahwa Kementerian Pertahanan Israel pekan silam telah mengajukan petisi ke Pengadilan Distrik Tel Aviv guna membatalkan gugatan tersebut atau seandainya dilanjutkan maka dibatasi pada pelaporan dengan alasan keamanan nasional.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian pertahanan Israel tidak mengomentari secara langsung apakah mereka telah mengupayakan perintah pencabutan atau pemblokiran, tetapi menyatakan pengawasannya terhadap ekspor pertahanan "harus diawasi cermat dan dinilai secara berkala."

Piranti lunak peretasan telepon seluler keluaran perusahaan Israel, Pegasus, dikait-kaitkan dengan pengawasan politik di Meksiko, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, ulas Citizen Lab dari Universitas Toronto, yang meneliti pengawasan digital, keamanan, privasi, dan akuntabilitas.

Pada Oktober, WhatsApp, yang dimiliki Facebook Inc, menggugat NSO di pengadilan federal AS di San Francisco, atas tuduhan membantu mata-mata pemerintah dalam membobol ponsel sekitar 1.400 pengguna di empat benua.

Target dari dugaan peretasan itu termasuk para diplomat, pembangkang politik, jurnalis dan pejabat senior pemerintah.

NSO membantah semua tuduhan itu dengan mengatakan pihaknya semata-mata "menyediakan teknologi untuk badan intelijen dan penegak hukum pemerintah berizin dalam membantu mereka memerangi terorisme dan kejahatan berat".

Dalam kasus Amnesti Internasional, yang melibatkan para anggota dan pendukung kantor perusahaan ini di Israel, organisasi itu mengatakan NSO terus menarik keuntungan dari spyware yang digunakan untuk melakukan pelanggaran terhadap aktivis-aktivis di seluruh dunia dan pemerintah Israel cuma bisa berdiam diri menyaksikannya.

"Cara terbaik untuk menghentikan produk spyware NSO yang kuat dalam mencapai pemerintah yang represif adalah dengan mencabut lisensi ekspor perusahaan ini, dan itulah yang ingin dilakukan dalam perkara hukum ini," kata Danna Ingleton, wakil direktur Amnesty Tech.

Amnesty Tech dijelaskan dalam situs web Amnesti Internasional sebagai kumpulan advokat, peretas, peneliti, dan teknolog global yang menghadapi "ancaman sistematis terhadap hak-hak kami" oleh bisnis-bisnis berbasis pengawasan.

Ingleton menyerukan peradilan di Tel Aviv digelar di pengadilan terbuka, dengan mengatakan Kementerian Pertahanan Israel "tidak boleh bersembunyi di balik tabir kerahasiaan ketika menyangkut pelanggaran hak asasi manusia".

Dalam satu pernyataan kementerian ini mengatakan penilaian lisensi mempertimbangkan berbagai hal seperti "pengawasan keamanan produk dan penilaian negara di mana produk akan dipasarkan."

"Masalah perlindungan hak asasi manusia adalah faktor utama dalam proses ini, seperti juga pertimbangan kebijakan dan keamanan," tulis kementerian itu dalam pernyataannya Selasa.

Piranti lunak peretasan telepon keluaran NSO terlibat dalam serangkaian pelanggaran hak asasi manusia di seluruh Amerika Latin dan Timur Tengah, termasuk skandal spionase di Panama dan upaya memata-matai seorang karyawan kelompok Amnesti Internasional yang berbasis di London.

NSO mendapat sorotan khusus atas tuduhan bahwa spyware-nya memainkan peran dalam kematian jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2018.

NSO, yang dibeli tahun lalu oleh perusahaan ekuitas swasta berkantor pusat di London Novalpina Capital, sudah mengumumkan September lalu bahwa mereka akan mematuhi pedoman PBB mengenai pelanggaran hak asasi manusia.