Pengadilan Singapura Beri Denda Mantan Bos KS Energi Rp 5,17 Miliar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Eksekutif KS Energy dan Taipan Indonesia Kris Taenar Wiluan didenda 480.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 5,17 miliar (asumsi kurs Rp10.788 per dolar Singapura). Denda karena gagal bayar 18 bulan penjara setelah mengaku bersalah atas tiga tuduhan kecurangan pasar.

Ia didakwa dengan 112 dakwaan melanggar Securities and Futures Act ketika memberikan instruksi untuk mendongkrak dan mempertahankan harga saham KS Energy pada 112 hari perdagangan antara 19 Desember 2014 dan 13 September 2016. Adapun KS Energy, perusahaan minyak lepas pantai dan jasa kelautan.

Tuduhan ini kemudian diubah menjadi enam dakwaan gabungan yang mencakup periode yang sama. Kris mengaku bersalah atas tiga dari enam dakwaan dan tiga sisanya dipertimbangkan. Ia memiliki waktu hingga 26 Mei 2021 untuk membayar denda.

Deputy Public Prosecutor atau Wakil Jaksa Penuntut Umum Kevin Yong telah meminta denda 600.000 dolar Singapura untuk tiga dakwaan, dan yang paling banyak dicari untuk pelanggaran kecurangan pasar hingga kini.

"Penuntut meminta denda tinggi untuk tujuan pencegahan umum dan mencerminkan kesalahannya sebagai dalang operasi kecurangan pasar," ujar Yong dilansir dari the Strait Times, Kamis (20/5/2021).

Ia menambahkan, pihaknya mempertimbangkan beberapa faktor yang meringankan. "Dia kooperatif, menyesal dan mengaku bersalah pada kesempatan pertama. Dia juga tidak memiliki motif keuntungan karena pelanggaran kecurangan pasarnya,” ujar dia.

Sebelum sidang pengadilan negeri dimulai, Wiluan duduk terpisah satu meter dari istrinya yang sedang memegang kartu doa. Setelah hukuman dijatuhkan, istrinya menangis selama permohonan mitigasinya.

"Dia pria yang baik. Saya dapat menjaminnya karena saya telah menikah dengannya selama lebih dari 50 tahun," ujar dia kepada the Straits Times.

Hakim Distrik Marvin Bay mencatat Wiluan tampaknya tidak termotivasi oleh keuntungan pribadi dan pelanggarannya hanya melibatkan perdagangan dalam satu akun.

Pelanggaran itu tidak melibatkan akal-akalan dengan menggunakan perdagangan palsu dan silang untuk mensimulasikan aktivitas perdagangan. Dengan demikian tidak menunjukkan tingkat perilaku menipu.

"Meskipun saya yakin Tuan Wiluan tidak akan menyinggung lagi akan ada kebutuhan untuk mengirimkan sinyal pencegahan umum yang sesuai untuk menghalangi orang yang mungkin tergoda untuk mengikuti jalannya. Tindakan seperti itu akan merusak kepercayaan investor dan membahayakan bursa saham Singapura (reputasi yang diperoleh dengan susah payah Singapore Exchange sebagai forum tempat perdagangan dilakukan dengan kejujuran dan transparansi," ujar dia.

Memiliki Aset

Sebelumnya Wiluan (72) telah memberi tahu karyawan Ho Chee Yen untuk instruksikan dua perwakilan perdagangan di CIMB Securities Singapura untuk mendeteksi perdagangan saham KS Energy antara akhir 2014 dan pertengahan 2016 dengan tujuan untuk menaikkan harga di papan utama.

Pihak berwenang mengatakan, pesanan pembelian diajukan pada waktu dan tingkat harga tertentu untuk menaikkan harga saham dengan biaya serendah mungkin.

Sementara itu tuduhan terhadap Ho (56) ditarik tetapi dia diberi peringatan keras sebagai pengganti penuntutan karena membantu kecurangan pasar.

Jaksa penuntut mencatat tidak ada bukti kecurangan pasar menyebabkan investor KS Energy lainnya rugi karena Wiluan secara konsisten membeli saham tetapi tidak pernah menjual satu pun saham salaam periode tuntutan.

Adapun tujuan dari tujuan persengkolan tersebut untuk potensi mencegah margin call oleh Bank OCBC atas saham KS Energy yang dijaminkan kepada bank sebagai jaminan atas pinjaman yang dimiliki oleh Pacific One Energy, perusahaan milik Wiluan.

Namun, OCBC tidak alami kerugian apapun dan Wiluan yang juga mendirikan grup Citramas akhirnya melunasi pinjaman itu secara penuh. "Dia juga memiliki aset yang cukup untuk memberikan jaminan tambahan kepada OCBC jika terjadi margin call,” ujar jaksa.

Penasihat Senior Jimmy Yim dari Drew & Napier yang mewakili Wiluan mengatakan tidak adil untuk klasifikan sebagai “dalang”.

"Dia yang menginstruksikan mereka untuk melakukannya tetapi, dia tidak tahu nuansa dan seluk beluk perdagangan. Dia menyerahkannya kepada para pialang, yang tidak memperingatkannya," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel