Pengakuan 5 Jagoan Renang Indonesia Terkait PRSI Era Anindya Bakrie

Ridho Permana, Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dukungan kepada Anindya Novyan Bakrie untuk melanjutkan kepemimpinan Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) periode 2021-2025 mengalir deras.

Mulai dari Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan sejumlah Pengprov PRSI.

Di samping itu. Anindya juga mendapatkan kesan positif dari sejumlah perenang top Indonesia seperti I Gede Siman Sudartawa, Glen Victor Susanto, Fadlan Prawira, Triady Fauzi Sidiq dan Azzahra Permatahani.

Siman mengatakan, pembinaan prestasi PB PRSI di bawah kepemimpinan Anindya berjalan sangat baik. Siman merasakan sendiri saat persiapan Asian Games 2018 lalu.

Untuk tampil maksimal di ajang empat tahunan itu, Siman cs dikirim ke Amerika Serikat untuk menjalani pemusatan latihan.

Begitu juga ketika persiapan SEA Games 2019 lalu di Filipina. "Yang saya rasakan kepemimpinan Pak Anin di PB PRSI sudah sangat bagus," kata Siman kepada wartawan di Kolam Renang Cikini, Jakarta, Kamis 18 Februari 2021.

"Saya sendiri merasakan ketika dikirim ke Amerika pada 2018 untuk persiapan Asian Games, kemudian 2019 dikirim ke Amerika lagi untuk di SEA Games. Istilahnya bisa membuahkan hasil di SEA Games. Yang pasti sih lebih diperhatikan seperti diberangkatkan try out ke luar negeri," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Glen Victor. Momen yang paling berkesan bagi dirinya adalah kala menjalani TC di Amerika. Sebabnya, itu merupakan kesempatan pertama kali baginya

"Waktu itu kami pernah dikirim ke Amerika untuk Asian Games. Itu spesial buat saya karena belum pernah latihan di sana. Menurut saya kepemimpinan pak Anin baik-baik saja tidak ada masalah," ucapnya.

Sementara itu, Peraih medali emas SEA Games 2013 dan 2017 Triady Fauzi Sidiq menilai kepemimpinan Anindya di PRSI 2016-2020 sudah lebih baik dari sebelumnya. Dia berharap siapapun Ketum PRSI nantinya bisa lebih sering mengirim atlet ke luar negeri.

"Dari saya merasakan cukup baik di setiap perlombaan, latiham, kejuaraan, TC. Pengurus selalu mendampingi memberikan perhatian. Jadi menurut saya secara pribadi tidak ada masalah," timpal Azzahra.

Di sisi lain, Anindya sudah menjabat sebagai Ketum PRSI sejak 2016 dan periode kepengurusannya sejatinya sudah berakhir pada 2020.

Namun, karena pandemi COVID-19, PRSI tidak bisa menyelenggarakan musyawarah nasional (Munas) untuk memilih kepengurusan baru. Rencananya, Munas bakal diselenggarakan pada akhri Februari ini.