Pengakuan Anies: Enakan Pakai Masker daripada Kena COVID

Siti Ruqoyah, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan memang tidak nyaman menggunakan masker, tapi benda tersebut dewasa ini dinilai sebagai senjata terampuh melindungi diri dari penularan virus COVID-19 selain vaksinasi.

Kata Anies, tak bisa dipungkiri budaya memakai masker ini masih tidak dilakukan semua orang lantaran lembab, panas, terutama di tempat yang tidak memiliki pendingin udara.

Padahal, menurutnya menggunakan masker adalah wujud menghormati orang lain sekarang ini. Padahal, dengan menggunakan masker menurutnya masyarakat telah melindungi orang-orang di sekitar mereka. Maka dari itu, kampanye 'Jakarta Bermasker' yang dilakukan Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kata Anies harus terus digaungkan.

"Pakai masker itu lembab, panas, apalagi ditempat yang tidak ber-AC, tapi saya boleh bersaksi di sini, saya pernah merasakan. Jauh lebih tidak nyaman terkena COVID. Tidak nyamannya memakai masker itu masih lebih nyaman daripada terkena COVID-19. Tanpa menggunakan masker artinya kita tidak menghormati orang lain. Kita tidak melindungi orang lain," kata dia di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 3 Februari 2021.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran menyebut, kampanye ini jadi salah satu cara untuk menekan kasus positif COVID-19. Kata Fadil, Forkompinda DKI Jakarta menggandeng Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, Pengurus Masjid, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari dalam kampanye. Fadil berharap program Jakarta Bermasker efektif dalam menekan angka penularan virus COVID-19 di Indonesia khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kami melakukan pembagian masker kepada masyarakat di 413 Kampung Tanggung. Di harapkan dengan mengingatkan kembali bagaimana menggunakan masker yang benar angka kasus aktif setiap harinya bisa kita kurangi. Ini rekan-rekan ikhtiar kita," kata Fadil.