Pengakuan Bripda AP Bongkar Perselingkuhan Istrinya dengan Anak Kades

Merdeka.com - Merdeka.com - Status pria teman selingkuhan istri polisi, EP (23), ternyata merupakan mantan pacarnya. Diketahui, EP dan MI (24) digerebek suami, kerabat dan sejumlah polisi sedang berada di kamar hotel.

Suami EP, Bripda AP (24) mengaku sudah lama mencurigai gelagat tidak baik dari istrinya. Hanya saja kecurigaan itu hanya dipendam karena tidak memiliki bukti yang kuat untuk menuduh istrinya berbuat serong dengan mantan pacarnya.

"Pria itu mantan pacar istri saya waktu kuliah," ungkap Bripda AP, Kamis (1/9).

Dari pengakuan EP, perselingkuhan dengan anak kepala desa itu baru berlangsung sebulan terakhir. Namun Bripda AP tak percaya begitu saja karena hubungan keduanya masih baik meski EP telah bersuami, terlebih wanita itu sering keluar rumah tanpa izin.

"Saya tidak tahu apa mereka sudah sering ketemu atau tidak, yang pasti waktu kami gerebek mereka berbuat zina," ujarnya.

EP menikah dengan anggota Polres Banyuasin itu jalan tiga tahun. Mereka dikaruniai seorang anak yang usianya baru 11 bulan.

"Anak saya sering ditinggal pergi, saya tidak tahu ke mana dia perginya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pasangan selingkuh itu dipergoki sedang berselingkuh di kamar hotel di Palembang, Selasa (30/8) malam. Pria pasangan selingkuh istri polisi itu adalah anak kades di Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin.

Perbuatan mereka terendus setelah Bripda AP curiga dengan sikap istrinya belakangan terakhir. Terlebih istrinya tak ada di rumah dan terpantau berada di sebuah kamar hotel di Palembang.

Alhasil, Bripda AP melapor ke Paminal Propam Polres Banyuasin dan Polsek Ilir Barat I Palembang untuk melakukan penggerebekan terhadap istrinya. Tim gabungan pun menuju hotel berbintang di Jalan POM IX Palembang, Selasa (30/8) pukul 22.30 WIB

Benar saja, EP dan selingkuhannya berada di salah satu kamar di lantai 7. Mereka pun digiring ke kantor polisi untuk pemeriksaan.

Kasus ini resmi dilaporkan Bripda AP ke polisi. Hanya saja keduanya tidak dilakukan penahanan karena masuk dalam tindak pidana ringan dengan ancaman penjara kurang lima tahun. [cob]