Pengakuan Eka Ramdani di Balik Keputusan Meninggalkan Persib dan Gabung Persisam

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Bandung - Keputusan Eka Ramdani ketika meninggalkan Persib Bandung memang cukup mengagetkan. Pasalnya, pemain yang akrab disapa Ebol ini merupakan satu pemain yang dijamin tetap dipertahankan. Apalagi sosoknya sudah menjadi icon Persib kala itu.

Bahkan pemain kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, ini merupakan satu dari beberapa pemain yang selalu dielu-elukan bobotoh. Meski demkikian, jelang musim 2011, Eka Ramdani ternyata memutuskan keluar dari Persib Bandung.

Upaya manajemen untuk mempertahankan pemain yang identik dengan nomor punggung 8 itu pun tetap tidak membuahkan hasil. Saat itu, Eka dipanggil ke Graha Persib, Bandung, dan berbicara dengan dua petinggi Maung Bandung, Zaenuri Hasyim dan Umuh Muchtar.

Lalu apa yang menjadi permasalahan sosok Eka Ramdani tetap memutuskan keluar dari Persib? Kepada channel Youtube Jurnal Opah, Eka menyebutkan bahwa keputusan bulat mundur dari tim Pangeran Biru itu lantaran sudah merasa kurang nyaman.

"Pada waktu itu lebih karena kurang nyaman saja sih. Inti permasalahannya mungkin kurang komunikasi pada waktu itu, ketika Persib melakukan perekrutan pemain," cetus Eka.

Eka mengatakan ketika itu hampir semua pemain lama Persib belum diperpanjang kontrak lagi, tapi manajemen baru memastikan secara lisan bahwa semua pemain dipertahankan.

"Karena kesibukan manajemen merekrut pemain baru, pemain-pemain ini (yang lama) ingin dipastikan dulu nasibnya karena seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya setelah kompetisi selesai masih ada sisa kontrak selama tiga bulan, jadi ketika kembali latihan pun tidak masalah karena masih ada kewajiban untuk latihan," tutur Eka.

"Yang saya ingat memang kontrak saya habis, tapi secara lisan dipertahankan. Maksud saya, pemain yang dipertahankan ini, harusnya didahulukan karena tidak menutup kemungkinan juga, pemain-pemain ini bisa pergi kalau tidak dipertahankan," lanjutnya.

Eka Ramdani pun bercerita bahwa dirinya tetap memulai latihan meski belum ada perpanjangan kontrak, di mana saat itu Persib mulai ditangani pelatih Drago Mamic, pelatih berkebangsaan Kroasia kelahiran Serbia.

"Saya juga baru pulang memperkuat Timnas Indonesia bertanding di Iran. Saya juga cedera pada waktu itu dan memang tidak sempat ikut latihan. Mulai ada isu-isu 'Ebol akan pergi', padahal waktu itu memang lagi cedera dan masa pemulihan," ungkap Eka.

Pada masa pemulihan itu, Eka Ramdani sempat melihat latihan tim Persib di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, di mana rekan-rekannya sudah mulai bergabung untuk menjalani latihan fisik.

"Padahal sebenarnya pada waktu itu ada perjanjian dengan teman-teman, kalau belum beres jangan dulu latihan. Kerus saat launching tim pun jangan dulu datang, ternyata semua datang, saya saja yang tidak, ya sudah," seloroh Eka Ramdani sambil tersenyum.

Hijrah ke Persisam Samarinda

Eka Ramdani dalam jumpa pers Persib Bandung jelang duel versus PSMS Medan. (Bola.com/Muhammad Ginanjar)
Eka Ramdani dalam jumpa pers Persib Bandung jelang duel versus PSMS Medan. (Bola.com/Muhammad Ginanjar)

Pergi dari Persib Bandung, Eka Ramdani pun memutuskan hijrah ke Persisam Samarinda yang diarsiteki mantan pelatih Maung Bandung, Daniel Roekito. Keputusan itu pun diduga sudah ada kesepakatan lama antara Eka dan Daniel. Namun, dugaan tersebut dibantah keras oleh pemain yang memperkuat Persib sejak 2002 itu.

"Sebetulnya tidak ada obrolan serius ke situ, karena saya juga tidak ada niat untuk keluar. Hanya ada beberapa kejadian yang istilahnya meyakinkan saya untuk keluar, yaitu istri," ungkap Eka Ramdani

"Maksudnya, ketika saya belum mendapatkan kepastian, kalau tidak salah istri saya bilang, 'kalau memang tidak nyaman ya pergi saja', itu saja," ujar pemain kelahiran 1984 itu.

Setelah memutuskan keluar ke Persib, Eka mengaku tidak pernah terbesit sedikitpun untuk pindah ke Persisam Samarinda, walau ada ajakan dari Daniel Roekito

"Apalagi pelatih Daniel Roekito juga tahu bahwa saya akan sulit pergi dari Persib. Bahkan selama belum pasti pun tidak ada tawaran. Ya itu tadi karena berpikir saya akan sulit pergi dari Persib," ucap Eka.

Kebulatan untuk bergabung ke Persisam Samarinda lanjut Eka justru karena berawal dari pembicaraan bersama eks striker Persib, Cristian Gonzales.

"Saya sering ngobrol sama Gonzales, dan sebenarnya Gonzales itu sudah dapat kepastian dia di Persisam sejak jauh-jauh hari. Jadi ketika di Timnas Indonesia itu, dia ngobrol-ngpbrol dengan saya, tapi bukan berarti saya satu paket sama Gonzales," cetus Eka sambil tertawa.

Satu musim bersama Persisam, Eka pun kembali ke Bandung dan bergabung dengan Pelita Bandung Raya (PBR) dan kemudian ke Semen Padang hingga sempat dipinjamkan ke Mitra Kukar.

Dari Mitra Kukar Eka bergabung dengan Sriwijaya FC dan akhirnya kembali ke Persib pada musim 2018 dan akhirnya memutuskan gantung sepatu pada Desember 2018, tepatnya setelah habis kontrak bersama Persib.

Video