Pengakuan Gerard Pique Jadi Korban Persaingan Pep Guardiola dan Jose Mourinho di Liga Spanyol

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Barcelona - Bek Barcelona, Gerard Pique mengakui dia hampir keluar dari klub pada 2011 karena tekanan dari pelatih Pep Guardiola.

Pique blak-blakan tentang betapa beratnya bekerja di bawah Guardiola. Ia mengklaim, persaingan sang pelatih dengan Jose Mourinho yang kala itu menangani Real Madrid, melelahkan bagi para pemain.

Tekanan di tim begitu besar, sampai-sampai sang pelatih mempermasalahkan Pique yang berkencan dengan Shakira pada awal 2011.

"Kami mencapai titik ketegangan dengannya, dan dengan ruang ganti secara umum. Persaingan dengan Jose Mourinho sangat melelahkan.

"Pep menginginkan kendali penuh atas semua yang terjadi. Saya mulai berkencan dengan Shakira dan hubungan dengannya berubah - sekarang hubungan itu sempurna," lanjutnya.

"Saya mendapat banyak tekanan. Saya merasa bahwa dalam latihan saya harus melakukan segalanya dengan sempurna. Jika ada saat di mana saya berpikir untuk meninggalkan Barcelona, itu adalah musim itu (musim panas 2011)."

Gerard Pique bersyukur bisa melewati semua itu. Ia merupakan pemain yang punya peran penting di Barcelona. Pique menghuni jantung pertahanan, sedangkan Alba dipercaya bermain di posisi sayap kiri.

Pique sudah memperkuat Barcelona sejak 2008. Pemain berusia 34 tahun itu tercatat sudah bermain dalam 568 pertandingan dan sukses mencetak 51 gol serta 13 assist.

Gemar Blak-blakan

Gerard Pique rela memotong gajinya demi klub yang telah ia bela selama 13 tahun lamanya. Mantan pemain MU tersebut mengungkapkan bahwa dirinya bersedia dipotong gajinya sebesar 50 persen atau dari 38 juta euro setahun menjadi 19 juta euro setahun. (Foto: AFP/Jose Jordan)
Gerard Pique rela memotong gajinya demi klub yang telah ia bela selama 13 tahun lamanya. Mantan pemain MU tersebut mengungkapkan bahwa dirinya bersedia dipotong gajinya sebesar 50 persen atau dari 38 juta euro setahun menjadi 19 juta euro setahun. (Foto: AFP/Jose Jordan)

Gerard Pique dikenal sebagai pemain Barcelona yang gemar blak-blakan. Ia juga belum lama ini melontarkan kritikan kepada Josep Maria Bartomeu. Menurut Pique, Bartomeu masuk daftar presiden terburuk sepanjang sejarah Barca.

Josep Maria Bartomeu merupakan presiden ke-40 Barcelona. Dia mulai duduk di kursi nomor satu Blaugrana pada 23 Januari 2014, menggantikan Sandro Rosell yang mundur dari jabatan presiden akibat kasus transfer Neymar ke Paris Saint-Germain.

Penyelewengan dana, korupsi, hingga pencucian uang juga terjadi selama masa kepemimpinan Bartomeu di Barcelona. Alhasil, pria berusia 58 tahun tersebut ditangkap polisi dan berstatus tersangka pada Maret 2021.

"Saya tidak bisa mengatakan apakah dia yang terburuk. Dari apa yang saya jalani, dia pasti berada di daftar teratas," ujar Pique.

"Kita semua bersalah, tetapi memang benar jika klub tidak mengarah ke tempat yang diinginkan semua orang Catalan. Sekarang saya berharap dan bersemangat. Dalam lima atau 10 tahun ke depan akan sangat bagus untuk Barcelona," tuturnya.

Sumber: Marca

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel